Buka-Bukaan, Nathalie Holscher Beberkan Bukti Perselingkuhan Sule dengan Riesca Rose

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Proses perceraian antara Nathalie Holscher dan Sule masih terus bergulir.

Sampai saat ini, masih belumada keterangan yang lebih jelas terkait alasan sebenarnya dari perceraian keduanya tersebut.

Namun, baru-baru ini Nathalie Holshcer membeberkan sebuah rekaman suara yang mengarah menjadi sebuah bukti perselingkuhan antara Sule dengan Wanita lain.

Melalui unggahannnya, Nathalie Holscher mengunggah sebuah rekaman suara antara dirinya dengan seseorang yang suaranya disamarkan.

Rekaman suara tersebut berisikan percakapan mengenai Sule yang seolah-olah sangat mengejar-ngejar dirinya, dan menggodanya.

“Jangan sampai lagi bilang ke akang ya. Biar tahu, kenapa teteh ngomong gini? Karena kemarin kan ada lah kata-kata bunda yang nggak enak ke aku gitu lho,” ucap seseorang dalam rekaman suara yang disamarkan.

“Mang Raja tuh pernah bilang gini ‘Neng mau gak sama si Bapak (Sule)?’ bilang gitu, aku diem dong ‘maksudnya apa Mang?’,” sambungnya.

Dalam rekaman itu juga dikatakan bahwa seseorang yang diduga merupakan Riesca Rose berusaha untuk menghindari Sule.

“Itu kalo di SOS pokonya ngindar pokonya gimana caranya ngehindar aja, takut dia iseng atau apa,” ucapnya.

Lebih lanjut, seseorang itu mengatakan bahwa Sule berusaha menghubunginya meski sudah mengganti nomor telpon pada saat Nathalie sedang berlibur ke Singapore.

“Pas kalian lagi liburan ke Singapore, itu dia nelfon malem-malm jam 12, ‘kemana wae ceunah? Ganti nomor gak bilang-bilang’ katanya,’ ungkapnya.

Unggahan stori Instagram Nathalie Holscher pun lantas menjadi viral dan diunggah oleh berbagai akun gosip salah satunya @rumpi_gosip.

Netizen pun langsung beramai-ramai memberikan berbagai tanggapannya dalam kolom komentar unggahan tersebut.

“Mungkin yang ini bakalan sohiban sama princess yang paling pengen diperhatiin,” tulis netizen.

“Waahhh kereen sihh udah punya Nathalie masih belom puas,” sambung netizen.

“Udahlah Mbak Nathalie, fokus sama kebahagiaan diri sendri aja sekarang mah gak usah apa-apa di bikin IGS,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini