BLACKPINK Bakal Tampil Lagi di ‘Knowing Brother’, Ini 5 Momen Tak Terlupakan Mereka 3 Tahun Lalu

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – BLACKPINK akan hadir sebagai tamu pada episode ‘Knowing Brother’ mendatang. Perwakilan pihak JTBC telah mengkonfirmasi kabar tersebut kepada media Korea YTN pada Senin 5 Oktober 2020.

BLACKPINK baru akan melaksanakan rekaman bersama Kang Ho Dong Cs di variety show JTBC ‘Knowing Brother’ pada tanggal 8 Oktober. Sementara itu, episode girl grup yang baru saja merilis lagu ‘Lovesick Girls’ ini dijadwalkan tayang pada 17 Oktober nanti.

Ini bukan pertama kalinya BLACKPINK hadir di ‘Knowing Brother’. Tiga tahun yang lalu Jisoo cs ini hadir ketika mereka mempromosikan “As If It’s Your Last”.

Yang udah gak sabar dengan aksi mereka, mending flashback dulu ya. Berikut adalah 5 momen yang masih diingat betul saat BLACKPINK muncul tiga tahun lalu:

1. Saat Jennie jadi ‘savage’.

Setelah ditanya di kota mana dia tinggal di Selandia Baru, dia segera membalas kalimat jenaka. Kepada Kim Young Chul menanyakan apakah dia tahu kota mana pun di Selandia Baru.

2. Tarian kocak Lisa.

Bagaimana seseorang melakukan hal yang lucu dan terampil pada saat yang bersamaan? Meski tariannya dimaksudkan untuk menjadi komedi, Lisa berhasil membuat semua orang tertawa. Dia menyebut tarian ini sebagai tarian “taksi” dan tarian “bintang menangkap”!

3. Ketika Rosé mencoba “bahasa kotak” nya.

Rosé berbagi alasan menggemaskan di balik bakat pribadinya. Dia mengungkapkan bahwa dia memikirkan tentang kemungkinan dirinya diculik, dan bagaimana keluar dari situasi itu. Solusinya? Pelajari cara berbicara dan dipahami saat mulut seseorang ditutupi selotip! Dia mengembangkan keterampilan pribadi “bahasa kotak”. Saksikan usahanya membuat “bahasa kotak” di bawah ini!

4. Saat kami mengetahui bagaimana Jennie dan Jisoo menjadi teman.

Jennie berbagi bahwa mereka dekat satu sama lain hanya dalam 3 hari pertemuan. Saat gadis-gadis itu berlatih bersama, mereka memutuskan untuk pergi ke sauna bersama. Biasanya di Korea, ini dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan kemudian biasanya dilakukan dengan telanjang.

Gadis-gadis itu telah memamerkan tubuh mereka satu sama lain hanya dalam 3 hari pertemuan! Jennie berbagi bahwa ketika mereka berbicara tentang impian mereka di kolam sauna, mereka menjadi lebih dekat secara alami dan menjadi sahabat terbaik sejak saat itu.

5. Saat Jennie gagal makan camilan dalam diam

Jennie bilang salah satu keahliannya adalah makan makanan ringan tanpa mengeluarkan suara. Dia segera diberi kembali keripik untuk memastikan perkataannya itu. Namun, ia gagal dan berhasil membuat para member tertawa!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini