Bikin Pangling! Begini Penampakan Joker Versi Jared Leto di Justice League Snyder’s Cut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor kawakan Jared Leto dipercaya kembali untuk memerankan sosok penjahat, Joker. Namun, bukan di film ‘Suicide Squads’ bersama Harley Quinn, melainkan di Justice League Snyder’s Cut.

Sosok Leto sebagai Joker di film tersebut diunggah oleh akun Instagram Vanity Fair, Selasa 9 Februari 2021. Dalam potret itu, Joker terlihat sedang duduk dan berambut gondrong, tidak bertato, serta tak mengenakan perhiasan seperti sebelumnya.

Tak hanya itu, Joker juga terlihat mengenakan pakaian seperti pasien di rumah sakit. Tidak seperti di ‘Suicide Squads’ yang mengenakan kemeja, mantel, dan tongkat.

Sementara itu, sang sutradara Zack Snyder mengaku sudah memikirkan Leto sejak lama untuk membuatnya menjadi sosok Joker di ‘Justice League’.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vanity Fair (@vanityfair)

“Joker benar-benar satu-satunya hal yang saya pikirkan,” kata Snyder.

Sebelumnya, Snyder sudah memiliki rencana untuk memperlihatkan pertarungan Batman dengan musuh bebuyutannya itu di ‘Justice League’. Mengingat kini proyek film tersebut ada di tangannya, Snyder pun berusaha mewujudkannya dan memilih Leto sebagai Joker.

Nantinya, Joker akan muncul ketika Bumi porak poranda setelah diserang alien bernama Darkseid.

“Hal yang keren dari adegan itu adalah Joker berbicara langsung dengan Batman mengenai Batman. Joker menganalisis Batman mengenai siapa dia dan apa dia. Saya rasa itu hal yang pantas didapatkan penggemar DC Universe,” kata Snyder, dikutip dari Vanity Fair.

‘Justice League Snyder’s Cut’ dijadwalkan rilis pada 18 Maret 2021 melalui layanan streaming HBO GO untuk kawasan Asia. Perilisan ini mencakup negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Hong Kong, dan Taiwan.

Beberapa pekan lalu, sutradara Zack Snyder mengonfirmasi bahwa film ‘Justice League’ versinya akan berdurasi empat jam dan tak akan jadi serial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini