Bikin Bete! Kenapa Sih Bau Mulut Mudah Muncul?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kamu pasti nggak nyaman kan kalo merasa mulutmu berbau azab? Ya, kamu saja nggak nyaman, apalagi orang lain yang menciumnya, bisa pingsan.

Meski sudah sikat gigi, terkadang bau mulut mudah datang kembali. Akibatnya, kamu mungkin jadi malas berkomunikasi dengan orang lain karena malu.

Tapi, tahukah kalian apa yang membuat bau mulut mudah muncul?

Ternyata, halitosis atau bau mulut itu disebabkan bakteri anaerob yang berada di permukaan lidah dan tenggorokan, yang jarang tersentuh sikat gigi.

Mengutip Boldsky, bakter ini membuat senyata sulfur yang baru saat bersinggungan dengan protein makanan yang kamu konsumsi setiap hari.

Senyawa-senyawa sulfur ini kemudian dibawa ke paru-paru dan dikeluarkan melalui napas sehingga terjadi bau mulut. Munculnya bau mulut atau halistosis ini bisa disebabkan makanan yang kemudian berubah menjadi mikroorganisme dan menimbulkan bau mulut.

Di seluruh dunia, jutaan orang mengalami masalah halitosis, terutama bagi mereka yang doyan mengkonsumsi makanan seperti bawang putih atau kubis.

Selain itu, faktor malas membersihkan mulut juga menjadi sebab utama bau malapetaka itu muncul dan menjangkit banyak orang.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa ada penyebab lain dari munculnya bau mulut seperti kekurangan vitamin B atau seng, diet, maupun puasa.

Berita Terbaru

Bansos Ganda Ramadan dan Penguatan Jaring Pengaman Sosial

Oleh: Novi Anggina Andayani *) Selama Ramadan 2026, Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskankomitmennya memperkuat jaring pengaman sosial melalui kebijakan bansos gandayang terintegrasi dengan agenda pemberdayaan ekonomi desa. Kebijakan ini dirancangbukan hanya untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat prasejahtera selama bulansuci, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun fondasi kemandirian ekonomiberbasis komunitas. Negara hadir secara utuh yakni melindungi kelompok rentansekaligus menyiapkan jalan transformasi menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Skema bansos ganda mencakup pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai atau Program Sembako sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat yang dirapel untuk tigabulan sekaligus pada awal tahun 2026. Penyaluran dilakukan melalui Kartu KeluargaSejahtera yang terhubung dengan bank-bank Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia. Sistem inimemastikan bantuan tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan efisien hingga kepelosok daerah, sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional. Selain transfer tunai, pemerintah menyalurkan paket pangan tambahan berupa 20 kilogram beras premium dan 4...
- Advertisement -

Baca berita yang ini