Bikin Awet Muda. Lakukan Senam Wajah Ini di Pagi Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Memiliki kulit yang sehat, kencang dan awet muda memang dambaan semua orang baik pria maupun wanita. Tak heran, jika perawatan kulit atau skin care sedang sangat digandrungi masyarakat.

Tapi tahukah kamu, untuk mendapatkan kulit sehat dan kencang gak cuma dari produk skin care aja. Tapi juga bisa di dapatkan dari senam wajah loh.

Dikutip dari Healthline, senam wajah dilakukan teratur selama 20 minggu dapat membuat wajah terlihat 3 tahun lebih muda. Nah, ada baiknya, saat kamu bangun di pagi hari, kamu melakukan olahraga-olahraga kecil untuk menyegarkan tubuhmu dan sekalian melakukan senam wajah.

Senam wajah bisa kamu lakukan 3-5 kali dalam seminggu, selama 20 menit. Latihan wajah sevara teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke wajah.

Dilansir dari Foreo, menyebutkan beberapa gerakan yang bisa kamu lakukan untuk senam wajah nih. Kuy simak!

  1. The Brow Raiser

Gerakan ini bisa kamu lakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di atas alis. Lalu, dorong kedua jadi tersebut dengan lembut kearah bawah. Kemudian angkat alis ke atas dan ke bawah, dan lakukan sebanyak 10 kali.

Gerakan the brow raiser akan menjaga alis dan otot-ototnya jadi tetap kencang. Kamu bisa lakukan gerakan tersebut secara perlahan dan konsisten ya.

2. The Check-bone Lift

Tempatkan jari-jari tangan di atas setiap tulang pipi, lalu angkat kulit dengan lembut sampai kencang. Kemudian buka mulut membentuk ‘O’ dan pastikan otot-otot disekitar mulut mengencang. Coba tahan gerakan tersebut selama 5 menit.

Gerakan tersebut difokuskan untuk pipi dan dapat digunakan untuk meniruskan pipi kamu, karena dapat menghilangkan lemak yang ada di pipi. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 10-15 kali ya.

3. The Chipmunk Cheek Squeeze

Kalau kamu memiliki pipi yang chubby dan ingin terlihat lebih tirus, kamu bisa melakukan gerakan ini saat senam wajah.

Caranya, miringkan wajahmu sepenuhnya ke belakang dan dorong dagu ke depan. Kemudian sedot pipi sebanyak mungkin dan tahan selama 5 detik. Kamu bisa melakukan gerakan ini sebanyak 10-15 kali.

4. The Jaw Flek

Pernah dengar istilah double chin? Yap, dagu yang terlihat berlioat emang bikin penampilan jadi kurang oke. Nah, gerakan the jaw flek ini bisa banget kamu lakukan saat senam wajah.

Caranya, dongakan kepala ke atas, gerakkan bibir bawah ke bibir atas sejauh yang kamu bis- hingga kamu merasakan otot rahangmu mengencang. Tahan gerakan tersebut selama 10 detik dan lakukan selama 10-15 kali.

5. The Puffer Fish Press

Nah, ini gerakan terakhir yang bisa kamu lakukan saat senam wajah. Gerakan ini akan mengurangi garis-garis smile lines disekitar mulut. Caranya pun mudah.

Tutup mulutmu dan kembungkan pipi, pindahkan udara dari pipi kanan ke pipi kiri secara bergantian, dan lakukan gerakan tersebut selama 30 detik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini