Begini Gaya Sporty Luna Maya saat Gowes Bareng Teman-teman Kecenya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid-19 menunjukkan betapa penting menerapkan pola hidup sehat di tengah masyarakat. Belakangan ini, bersepeda menjadi olahraga yang tren di masyarakat, termasuk para artis dan selebriti.

Nah, salah satu artis yang ikutan tren olahraga gowes atau sepedaan ini adalah Luna Maya. Lewat akun Instagram pribadinya @lunamaya, artis kelahiran 26 Agustus 1983 foto-foto keseruannya saat berolahraga sepeda bersama teman-temannya.

Kamu tahu gak sih, ternyata sepeda yang dinaiki Luna Maya itu harganya cukup mahal lho. Satu item road bike hitam Luna Maya ini seharga Rp 60 jutaan!

Berbeda jauh saat tampil di layar kaca, gaya Luna Maya saat gowes sporty banget. Kepoin yuk gaya Luna saat sepedaan bareng geng kecenya!

1. Keren banget ya, sepedaannya sampe ke Bali!

View this post on Instagram

Cycling around ubud ? #bali #ride

A post shared by Luna Maya (@lunamaya) on

2. Di antara para pria, Luna Maya paling cantik nih…

View this post on Instagram

?‍♂️?‍♀️ #cycling #jakarta

A post shared by Luna Maya (@lunamaya) on

3. Ini bukan sok keren, beneran keren kok meskipun newbie.

4. Siapa yang mau gowes bareng cewek-cewek kece ini?

5. Seru banget rame-rame gini!

View this post on Instagram

Friyay ride ?‍♀️? #cycling #roadbike

A post shared by Luna Maya (@lunamaya) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini