Baru Sembuh dari Covid-19, Park Seo Joon Langsung Berangkat ke Hungaria untuk Syuting Film ’Dream’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belum lama ini Park Seo Joon baru menyelesaikan masa karantinanya dan sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun baru-baru ini, sang aktor dikabarkan sudah berangkat ke Hungaria untuk melanjutkan syutingnya.

Melansir dari JTBC, Park Seo Joon dikabarkan berangkat ke Hungaria pada 3 Maret 2022 pagi tadi waktu setempat. Semua jadwal Seo Joon jadi terhambat karena ia sempat didiagnosis positif Covid-19 pada 19 Februari 2022.

Ia baru dibebaskan dark karantina sejak 25 Februari 2022.

Karena syuting film di luar negeri sangat penting untuk jalan cerita film ‘Dream’. Setelah dua tahun berlalu, akhirnya syuting di Hungaria terjadi juga.

Diperkirakan Seo Joon dan tim produksi akan syuting selama sebulan dan akan kembali ke Korea pada April 2022. 

Sementara itu, ‘Dream’ ini akan menjadi cerita yang menyenangkan dengan menggambarkan tantangan Piala Dunia tunawisma. Dari pemain sepak bola yang tengah menghadapi krisis terbesar dalam karirnya.

Film ini akan menampilkan artis-artis ternama. Di antaranya Park Seo Joon, Lee Ji Eun (IU), Kim Jong Su, Ko Chang Seok, dan masih banyak lagi.

Namun sampai saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut terkait jadwal perilisannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini