Awas Bund! Ini Bahaya Pakai Minyak Goreng yang Sama Berulang Kali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Langkanya minyak goreng membuat emak-emak memutar otak untuk menghematnya. Salah satunya, menggunakan minyak yang sama selama lebih dari satu kali.

Sayangnya, trik itu tak baik digunakan, lho! Ada banyak hal buruk jika kamu menggunakan minyak goreng berualng kali.

Menurut para ahli gizi, minyak goreng ada baiknya tidak digunakan lebih dari tiga kali. Penasaran bahaya apa saja yang mengintai jika kamu menggunakan migor berkali-kali?

Yuk simak!

  1. Radang Tenggorokan

Hal buruk pertama ialah radang tenggorokan. Menggunakan minyak goreng berkali-kali bisa menimbulkan masalah pada tenggorokanmu.

Minyak yang dipanaskan berulang kali membentuk kandungan akrolein yang memicu gatal di tenggorokan. Tak hanya itu, minyak tersebut juga meningkatkan risiko batuk, flu dan masalah kesehatan lain.

2. Memicu Kolesterol

Selanjutnya masalah kolesterol. Menggunakan minyak goreng berkali-kali memicu tingginya lemak darah.

Bahkan, tak cuma kolesterol, minyak sisa juga mengandung lemak jenuh berlebih yang bisa meningkatkan risiko obesitas.

3. Menyumbat Pembulu Darah

Para ahli mengungkapkan jika minyak sisa yang berulang digunakan untuk menggoreng makanan bisa menyumbat pembuluh darah. Ini juga bisa meningkatkan berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, stroke hingga kanker.

4. Radikal Bebas

Satu lagi masalah yang timbul jika menggunakan minyak goreng berkali-kali ialah rentan mengandung radikal bebas. Sama seperti poin ke tiga, minyak goreng yang dipanaskan berkali-kali mengandung lemak jenuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini