Anti Ribet! Ini Resep Mudah Membuat Gado-gado di Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi Anda penggemar makanan sehat seperti salad, pasti sudah tidak asing lagi dengan gado-gado. Kuliner yang dikenal sebagai salad versi anak bangsa ini tentunya menawarkan beragam cita rasa yang memanjakan lidah bukan?

Gado-gado merupakan hidangan berbahan dasar sayur-sayuran segar yang direbus dan disajikan bersama saus bumbu kacang. Baik tauge, kol, selada, kubis hingga kacang panjang menjadi pilihan sayur yang kerap kali digunakan.

Dilengkapi oleh irisan telur rebus, tempe, tahu serta taburan bawang goreng diatasnya jelas menambah kelezatan hidangan satu ini. Sekilas tampilan gado-gado memang menyerupai salad, namun gurihnya saus kacang menjadi ciri khas yang paling menonjol.

Tidak hanya dapat dimakan langsung, Anda juga dapat menambahkan irisan lontong atau bahkan sepiring nasi sebagai pendamping. Animo yang sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia menjadikan gado-gado sebagai salah satu makanan paling digemari.

Bahkan, kini kepopuleran gado-gado telah sampai di lidah masyarakat mancanegara.

Saat ini gado-gado termasuk dalam kategori santapan yang paling mudah ditemui karena penjualnya yang tersebar hampir dimana-mana.

Namun, mengingat keadaan yang tidak kondusif akibat penyebaran virus Covid-19 membuat kegiatan ke luar rumah harus dikurangi. Untuk itu, tidak ada salahnya meluangkan waktu disela-sela karantina untuk membuat gado-gado sesuai selera Anda.

Berikut adalah resep membuat gado-gado mudah yang dikutip dari situs Bango:

Bahan:

• 350 g kentang, kukus, kupas, lalu potong-potong

• 350 g tahu putih

• 350 g tempe, potong kotak sepanjang 3 cm

• 7 lembar daun selada, sobek-sobek

• 2 buah ketimun, iris tipis

• 100 g taoge, rebus

• 200 g kol, iris kasar, rebus

• Minyak, untuk menggoreng dan menumis

Bumbu untuk tahu dan tempe, aduk rata:

• 3 siung bawang putih yang dihaluskan

• 1 sdt ketumbar bubuk

• 1 sdt garam

• 200 ml air

Bumbu kacang:

• 200 g kacang tanah kulit, goreng, haluskan

• 3 lembar daun jeruk, tanpa tulang daunnya

• 2 sdm Bango Kecap Manis

• 1 sdt garam

• 3 sdt gula merah

• 300 ml santan cair

• 300 ml air

• 1 sdt asam jawa, larutkan dengan 2 sdm air

Bumbu halus:

• 5 buah cabai merah besar, tanpa biji

• 3 buah cabai merah keriting

• 5 cm kencur

• 4 siung bawang putih

• ½ sdt terasi goreng

Pelengkap:

• 6 butir telur rebus, kupas, potong masing-masing menjadi dua bagian

• 2 buah tomat, potong-potong

• 3 sdm bawang goreng

• Kerupuk

• Emping

Cara memasak:

• Aduk rata tempe dan tahu bersama bumbu perendam. Sisihkan.

• Panaskan minyak, goreng tahu dan tempe hingga garing dan matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

• Bumbu kacang: Panaskan 3 sdm minyak, tumis bumbu halus dan daun jeruk hingga harum. Masukkan kacang tanah dan Bango Kecap Manis, aduk rata. Tambahkan sisa semua bahan, aduk. Masak hingga matang. Angkat. Biarkan hingga tidak panas.

• Tata kentang, tahu, tempe, daun selada, ketimun, taoge, dan kol di atas piring saji. Tuang bumbu kacang dan taburi bawang merah goreng diatasnya. Lalu, sajikan dengan pelengkap yang ada.

Nah, itulah resep membuat gado-gado di rumah. Gak sulit kan? Anda dapat menyesuaikan bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan yang Anda miliki dirumah. Agar lebih awet sajikan saus kacang dan gado-gado secara terpisah.

Selamat menikmati!

Reporter: Ananda Salsabila Nadira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini