Anti Lesu, Ini Cara Jaga Kesehatan saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Liburan perayaan Natal dan tahun baru sudah di depan mata. Sudah siapkan rencana apa untuk liburan ini?

Mungkin kamu dan keluarga sudah menyiapkan destinasi untuk menghabiskan waktu bersama, bukan? Tapi perlu kamu ingat, di liburan akhir tahun ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Untuk itu, akan ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan termasuk kesehatanmu dan keluarga. Jangan sampai liburanmu rusak karena kondisi kesehatanmu yang menurun.

Biar tetap sehat dan bugar saat libur Natal dan tahun baru, yuk simak cara di bawah ini agar badanmu gak lesu.

1. Kurangi Stres

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah mengurangi stres. Pasalnya, beban pikiran yang rumit bisa berimbas pada kondisi kesehatanmu.

Untuk itu, kamu perlu menjaga pikiranmu agar tak menimbulkan stres berlebihan ya. Sering-seringlah melakukan meditasi dan mendengarkan musik agar pikiran lebih tenang.

2. Jaga Pola Makan

Selanjutnya, jaga kesehatan dengan mengatur pola makan. Hindari makanan yang berlemak atau terlalu pedas agar kondisi tubuhmu tetap prima.

Sebagai gantinya, konsumsilah makanan seperti sayur dan buah juga protein. Jangan lupa untuk perbanyak air putih juga ya.

3. Tidur yang Cukup

Ketahuilah bahwa kondisi tubuh yang sehat bisa diperoleh dari istirahat yang cukup. Maka, hindari tidur terlalu malam alias begadang saat mendekati waktu liburan.

4. Konsumsi Suplemen

Jika semua cara di atas sudah dilakukan, kamu bisa memaksimalkannya dengan mengonsumsi suplemen. Minumlah vitamin C setiap harinya untuk menjaga daya tahan tubuhmu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini