Amber Heard Sebut Johnny Depp Memerkosanya: Masukkan Botol ke Alat Kelamin

Baca Juga

MATA INDONESIA, VIRGINIA – Sidang lanjutan gugata pencemaran nama baik yang dilakukan Johnny Depp kepada Amber Heard berlanjut. Amber Heard mengaku mengalami kekerasan fisik termasuk diperkosa.

Amber Heard bersaksi di Fairfax County Circuit Court, Virginia, Sabtu 7 Mei 2022. Dia mengklaim Johnny Depp melakukan kekerasan fisik kepadanya di bawah pengaruh narkoba.

Insiden itu terjadi pada 2017 ketika Johnny Depp syuting ‘Pirates of the Caribbean: Dean Man Tell No Tales’ di Australia.

“Johnny menaikkan saya ke atas meja dan menindih saya. Dia berkali-kali memukul wajah saya,” ujar Amber Heard, dikutip dari Hollywood Reporter.

“Johnny Depp memerkosa saya. Dia memasukkan botol ke kemaluan saya. Akibatnya, tulang kemaluan saya sangat sakit. Saya tak pernah merasa setakut itu dalam hidup sampai tak bisa bernapas,” katanya.

Ini bukan pertama kali Johnny Depp melakukan kekerasan fisik pada Amber Heard. Bintang film ‘Aquaman’ itu mengaku, hal serupa terjadi di 2014.

“Johnny duduk di depan saya. Karena tak menanggapi ocehannya, dia menampah wajah saya. Saat berusaha menghindar, dia menendang saya sampai tersungkur. Dia benar-benar menghancurkan saya secara fisik dan mental,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini