Amazon Umumkan Proyek Reality Show ‘James Bond’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Tampaknya Amazon ingin buat penggemar ‘James Bond’ ikut merasakan layaknya agent. Untuk pertama kalinya, Amazon membuat acara TV pertamanya berdasarkan mata-mata Inggris yang ikonik tersebut.

Melansir dari Variety, Amazon tengah mengembangkan sebuah tayangan reality show dengan judul ‘007’s Road to a Million’. Acara ini akan menampilkan putaran gaya Bond dalam sebuah perlombaan di seluruh dunia.

Sebagai tayangan reality yang dihadirkan dalam bentuk serial. Proyek baru ini sebenarnya telah dikembangkan selama kurang lebih empat tahun.

Program ini akan memperlihatkan para kontestan yang disebut sebagai agent dalam melakukan petualangan berkeliling dunia.

Serial reality show ini nantinya akan diikuti oleh banyak kontestan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan hadiah utama sebesar 1,3 juta dolar atau sekitar 18,5 miliar rupiah. Nantinya para kontestannya akan melakukan perjalanan berkeliling dunia ke berbagai lokasi ikonik yang pernah muncul di film-film James Bond.

Setiap lokasi tersebut mereka akan menghadapi berbagai misi yang melibatkan rintangan fisik dan juga otak yang harus diselesaikan untuk melanjutkan misi berikutnya.

Program acara ini masih belum diketahui jadwal perilisannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini