Aktor Remaja ‘The World of the Married’ yang Keciduk Pesta Miras Keluar dari Agensi

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Saat tengah populer, drama Korea ‘The World of the Married’ beberapa kali diterpa isu tak sedap terkait masa lalu pemainnya. Salah satunya, tentang foto aktor remaja Jung Joon Won yang sedang merokok dan pesta minuman keras.

Di drama tersebut Jung Joon Won memerankan karakter Cha Hae Kang, putra dari politikus Cha Do Chul. Ia lahir tahun 2004, dan menurut usia internasional dia berusia 16 tahun atau 17 tahun di usia Korea.

Foto-foto yang beredar pun menuai kritikan pedas dari K-netz atau netizen Korea. Di usianya yang masih di bawah umur ia melakukan hal-hal yang melanggar aturan dan norma.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa aktor tersebut tak memanjangkan kontraknya dengan agensi. Hal ini dikonfirmasi pihak agensinya yakni divisi manajemen Dain Entertainment diakuisisi oleh Big Boss Entertainment.

Alhasil, ia saat ini berstatus sebagai aktor free agent. Berita ini keluar sekitar tiga setengah bulan setelah foto aktor cilik itu yang sedang bersama minuman keras dan merokok.

Agensi aktor remaja Jung Joon Won merespon kabar yang menyebut bahwa aktor mereka minum minuman keras (miras) dan merokok padahal masih di bawah umur. Foto yang beredar di dunia maya itu konon diduga berasal dari akun Facebook Jung Joon Won.

Sebelumnya, soal kabar simpang siur tersebut, agensi Jung Joon Won, DAIN Entertainment merilis pernyataan resmi mereka.

“Pertama-tama, tugas kami adalah untuk mengatur aktor, jadi kami dengan tulus meminta maaf atas kekurangan kami dalam mengatur artis,” tulis DAIN di awal pesannya.

Perwakilan dari agensi juga mengatakan bahwa saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan internal terkait masalah itu dan memastikan tidak akan terjadi lagi hal serupa.

“Kami menyesal sudah menyebabkan insiden ini di saat masyarakat kesulitan karena Covid-19. Kami benar-benar menyesal pada staf produksi drama ‘ The World of The Married’,” kata agensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini