Ada Haters Ancam Bocorkan Video Syur Aurel Hermansyah, Ashanty Pajang Foto Pelaku yang Ternyata Anak SD

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Postingan terbaru Ashanty di akun Instagram miliknya mendadak bikin geger netizen. Dalam unggahan itu, Ashanty membagikan foto pelaku penyebar kebencian terhadap Aurel Hermansyah.

Diceritakan Ashanty, si pelaku kerap mengirimkan pesan berisi ejekan, kata-kata kotor hingga ancaman yang ditujukan bagi Aurel. Salah satu pesannya bahkan berisi ancaman akan membocorkan video syur Aurel.

“Kan kt semua tau seorang atta adalah Youtuber No 1 di Indo. Dan gue punya kok video rekaman video b*kep si ganjen sm laki2 lain,” tulis si pelaku, dikutip Jumat, 7 Agustus 2020.

Setelah ditelusuri Ashanty, ternyata pelaku pengancam Aurel itu adalah seorang anak SD bernama Aisyah Maharani dengan akun Instagram @aisyah_maharani_123.

“Kagetnya ternyata yang nulis masih anak seumur ini, dan kita tau nama lengkap, alamat, bahkan foto dll.. tapi kita masih punya hati nurani karena kamu masih dibawah umur.. (masih SD),” tulis Ashanty.

Ashanty yang geram atas ulah haters tersebut, akhirnya mengunggah wajah si pelaku. Postingan tersebut pun viral dan dibanjiri komentar netizen, meski kini telah dihapus Ashanty dari Instagramnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini