7 Cara Ampuh Atasi Stres Selama Work From Home

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagian orang mungkin merasa nyaman bekerja dari rumah, namun tidak sedikit yang merasa bosan hingga mengalami stres.

Mengutip laporan Very Well Mind, hasil sebuah studi di 15 negara menemukan bahwa 41 persen pekerja, dengan aktivitas kerja yang tinggi di rumah, merasa tertekan. Hanya 25 persen partisipan riset tersebut yang mengaku nyaman bekerja di tempat yang sama dalam waktu lama.

Temuan ini bisa dibilang mengejutkan mengingat bekerja di rumah seringkali diidentikkan dengan kebebasan dan memiliki waktu yang lebih fleksibel.

Studi yang dilakukan oleh PBB tersebut juga menyimpulkan bahwa stres ketika bekerja di rumah diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, mereka yang bekerja di rumah mudah stres karena hanya menatap perangkat seperti laptop, smartphone, dan komputer.

Dikutip dari Psych Central, studi ini menyebut bahwa peningkatan ketergantungan ke perangkat seluler dapat menyebabkan tekanan yang lebih tinggi bagi pekerja yang menjalani WFH.

Selain itu, faktor seperti isolasi sosial juga ikut berpengaruh. Pada orang-orang yang terbiasa melakukan pekerjaannya bersama dengan karyawan lain, lingkungan yang terisolasi dapat meningkatkan rasa cemas dan tertekan. Efeknya, dapat merambat ke masalah kesehatan seperti insomnia, obesitas, dan penurunan kesehatan mental.

Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menghindari stres saat bekerja di rumah. Berikut sejumlah cara menghilangkan stres saat WFH yang dihimpun dari berbagai sumber.

  1. Jaga semangat dengan memberikan hadiah untuk diri sendiri

Cara ini dapat dilakukan untuk menjaga motivasi bekerja. Berilah hadiah untuk diri sendiri tiap kali berhasil menyelesaikan sebuah tugas atau memecahkan masalah dapat menyegarkan suasana.

Hadiah itu tidak harus makanan atau sebuah barang, tapi bisa berupa waktu lima menit bermain bersama peliharaan atau berendam air panas, atau hadiah lain yang bisa memotivasi diri menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam satu hari.

2. Tegas dalam manajemen waktu

Bekerja di rumah membuat banyak orang memiliki kebebasan dalam mengatur waktu. Jika bekerja di kantor dimulai sejak jam delapan hingga jam lima, pada saat di rumah kamu bisa mulai dan selesai bekerja kapan saja. Sayangnya, keluarga kadang menganggap bahwa ketika suami, istri, anak, atau orangtua sedang berada di rumah, berarti tidak harus bekerja.

Hal ini kerap menyebabkan keluarga secara tidak sengaja dapat mengganggu produktivitas kerja. Dalam kasus seperti ini, Linda Wasmer Andrews, psikolog dan penulis Stress Control for Peace of Mind, menyarankan agar mereka yang bekerja di rumah membatasi secara tegas antara waktu untuk pekerjaan dan keluarga.

“(Dengan mengatur batasan waktu secara tegas) Dalam jangka panjang, Anda akan mengurangi banyak frustrasi dan konflik,” tulis Linda dalam sebuah artikel di laman Psychology Today.

  1. Lindungi diri dari perasaan terisolasi

Buat kamu yang tinggal sendirian di rumah karena merantau atau kondisi lain. Kondisi ini sangat memungkinkan seseorang untuk merasa terisolasi dan kesepian.

Perasaan ini tentu berkaitan dengan stres. Maka dari itu, tetap menjaga komunikasi dengan teman atau keluarga bisa menjadi solusinya.

Bicaralah dengan kerabat melalui telepon atau video call rutin setiap hari. Membangun komunikas sosial dengan membuat grup chat untuk membahas hal-hal santai juga dapat menjadi alternatif solusi.

  1. Istirahat yang cukup

Tidur dengan waktu yang cukup juga merupakan cara penting untuk menjaga produktivitas sekaligus mencegah stres. Berdasarkan laporan di laman National Health Service (NHS), kurang tidur bisa menyebabkan kelelahan hingga mood yang buruk seperti mudah marah.

Kurang tidur juga mengakibatkan seseorang lebih mungkin mengalami penurunan kesehatan, stres dan turunnya daya tahan tubuh. Tentunya kamu tidak ingin mengalaminya, bukan? Apalagi di tengah pandemi.

Untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup sebaiknya jangan bermain ponsel atau menonton film hingga larut malam. Tidur paling ideal adalah pada malam hari selama 7 sampai 8 jam setiap hari.

  1. Gunakan waktu senggang untuk mengerjakan pekerjaan rumah

Rasa bosan juga bisa saja muncul selama terus menerus duduk di depan komputer. Oleh sebab itu, saat perasaan tertekan, stres atau cemas mulai muncul, segera alihkan perhatian ke hal-hal lain.

Beristirahat dari pekerjaan selama lima menit untuk melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu atau memasukkan pakaian ke mesin cuci bisa menjadi salah satu cara mengalihkan kebosanan dan memecah fokus yang membuat perasaan tertekan.

  1. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik

Banyak orang menghindari semua kontak dengan dunia luar selama pandemi ini berlangsung, termasuk menutup rapat semua jendela di rumah.

Namun, penelitian yang diterbitkan oleh Profesor Harvard Joseph Allen yang dipresentasikan dalam webina bersama dengan Urban Land Institute pada 31 Maret lalu menyatakan, membuka jendela dapat membuat kontaminan di udara berkurang.

Buat kamu yang ruang kerja di rumahnya memiliki jendela, bisa banget untuk sekedar sedikit membukanya dan membiarkan udara keluar masuk ruangan.

  1. Tempatkan tanaman

Tanaman juga menjadi salah satu unsur yang bisa membangkitkan kembali semangat kerjamu, lho. Kamu bisa tempatkan tanaman hijau di sudut ruangan atau sudut meja kerja. Tanaman bisa membuat ruang kerjamu terlihat lebih menyenangkan.

Penelitian menunjukkan, berinteraksi dengan alam baik dengan menambahkan cahaya alami atau tanaman, dapat mengurangi stres dan kecemasan.

Namun, jika kamu tidak memiliki ruang untuk tanaman, gunakanlah warna-warna alam seperti hijau, merah, atau coklat. Kamu juga bisa mencoba meletakkan tanaman artifisial berukuran mini. Terkadang, melihat warna-warna alam dapat membantumu merasa lebih dekat dengan dunia luar.

Reporter: Indah Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Akselerasi Rumah Subsidi Lewat Program Bedah Rumah Nasional

Oleh: Randy Sagala )*Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitashidup masyarakat melalui percepatan program perbaikan rumah tidaklayak huni, yang kini diposisikan sebagai bagian integral dari implementasiprogram rumah subsidi nasional. Langkah ini tidak hanya berfokus padapembangunan hunian baru, tetapi juga memastikan masyarakatberpenghasilan rendah dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dansehat melalui skema peningkatan kualitas hunian yang sudah ada.Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kebijakan sektor perumahanmengalami transformasi signifikan. Program bedah rumah tidak lagi berdirisendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem besar perumahansubsidi yang terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan pemerintahmenjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang belumtersentuh program kepemilikan rumah baru, namun sangat membutuhkanperbaikan kondisi tempat tinggalnya.Lonjakan target perbaikan ratusan ribu unit rumah pada 2026 menjadibukti konkret bahwa pemerintah mengakselerasi program ini sebagaistrategi nasional. Sinergi antara program rumah subsidi dan bedah rumahdiharapkan mampu menciptakan dampak ganda, yakni memperluas akseshunian layak sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan strukturaldi berbagai daerah.Dengan menjadikan perbaikan rumah sebagai bagian dari skema rumahsubsidi, pemerintah tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kebijakan ini mencerminkan arah pembangunan yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untukmenikmati standar hunian yang layak sebagai kebutuhan dasar.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menilaiprogram ini sebagai langkah strategis pemerintah. Ia menjelaskan bahwaseluruh kabupaten dan kota akan mendapatkan alokasi program, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.Pemerintah juga menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifatinklusif. Program ini dirancang agar tidak ada wilayah yang tertinggaldalam upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat.Pemerintah mulai mengoptimalkan aset negara sebagai fondasipembangunan perumahan. Lahan-lahan potensial diidentifikasi untukmendukung pembangunan hunian, termasuk hunian vertikal di kawasanperkotaan.Kebijakan pemanfaatan lahan tidak hanya difokuskan di ibu kota. Pemerintah juga memperluas pembangunan ke kota-kota lain sepertiBandung guna menjawab kebutuhan hunian di daerah urban yang terusberkembang.Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, mengungkapkan bahwa pemerintahtelah menyiapkan tiga skema utama. Skema tersebut dirancang untukmenjawab berbagai tantangan dalam sektor perumahan nasional.Skema renovasi rumah tidak layak huni menjadi fokus utama pemerintah. Anggaran besar dialokasikan setiap tahun untuk memperbaiki jutaanrumah agar memenuhi standar kelayakan.Pemerintah menyalurkan bantuan langsung untuk pembelian bahanbangunan. Kebijakan ini memastikan bahwa bantuan yang diberikandapat digunakan secara optimal oleh masyarakat penerima.Program renovasi rumah menunjukkan perhatian pemerintah terhadapkualitas hunian. Rumah yang sebelumnya tidak layak diharapkan dapatberubah menjadi tempat tinggal yang sehat dan aman.Skema pengembangan kawasan menjadi langkah berikutnya yang diambilpemerintah. Program ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasarseperti air bersih dan pengolahan limbah.Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk setiap kawasan. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhanmasyarakat serta kondisi lingkungan setempat.Pemerintah juga menyesuaikan desain rumah dengan karakter wilayah. Di kawasan pesisir, misalnya, rumah dirancang berbentuk panggung agar sesuai dengan kondisi geografis.Skema hunian vertikal menjadi solusi bagi kawasan perkotaan. Pemerintah berupaya mengatasi keterbatasan lahan sekaligusmengurangi kawasan kumuh melalui pembangunan ini.Pemerintah memastikan hunian vertikal dilengkapi sistem sanitasimodern. Fasilitas seperti pengolahan air menjadi bagian penting untukmenciptakan lingkungan yang sehat.Implementasi program terlihat nyata di berbagai daerah. Pemerintahdaerah mulai merasakan dampak peningkatan alokasi program perumahan dari pemerintah pusat.Pemerintah daerah seperti di NTT menunjukkan peningkatan signifikandalam jumlah rumah yang diperbaiki. Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan adanya lonjakan besar dibanding tahun sebelumnya.Peningkatan jumlah rumah yang dibedah menjadi bukti konkretkeberpihakan pemerintah. Program ini memberikan harapan baru bagimasyarakat berpenghasilan rendah.Pemerintah juga mengintegrasikan program perumahan dengan skemapembiayaan. Akses kepemilikan rumah diperluas melalui dukungan kreditdengan bunga terjangkau.Kelompok masyarakat seperti ASN, nelayan, petani, dan pelaku UMKM menjadi sasaran program. Kebijakan ini dirancang untuk menjangkaumasyarakat yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak.Program perumahan turut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. Hunian yang layak dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligusproduktivitas masyarakat.Pemerintah menempatkan sektor perumahan sebagai fondasipembangunan sosial. Perbaikan hunian dianggap memiliki dampak luasterhadap kesejahteraan masyarakat.Pendekatan komprehensif menjadi kekuatan utama kebijakan ini. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga padakeberlanjutan dan pemerataan.Program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi simbol kehadirannegara. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir untukmemenuhi kebutuhan dasar rakyat.Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan. Pemerintah terus memperkuat koordinasi agar setiap target dapat tercapaisecara optimal.Upaya pemerintah dalam memperbaiki rumah tidak layak huni diyakiniakan memberikan dampak besar. Program ini menjadi langkah nyatadalam menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh masyarakatIndonesia.Pemerintah terus memastikan bahwa setiap tahapan program berjalansesuai dengan target yang telah ditetapkan. Evaluasi berkala dilakukanuntuk mengukur efektivitas pelaksanaan di lapangan sekaligusmengidentifikasi kendala yang muncul. Langkah ini penting agar program perbaikan rumah tidak layak huni dapat berjalan tepat sasaran danmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga diharapkan mampu mempercepatpelaksanaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasilpembangunan. Dengan dukungan semua pihak,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini