6 Aktor Ngetop Korea yang Merokok, Ji Chang Wook hingga Kim Soo Hyun!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penggemar drama Korea Selatan beberapa kali dikejutkan dengan berita dari sang aktor kesukaan. Salah satunya yang tidak kalah menghebohkan dan menimbulkan kontroversi adalah tertangkap kamera sedang merokok.

Sebenarnya, baik tidaknya kebiasaan merokok itu tergantung dari orang yang melihatnya. Tapi tetap saja, namanya juga merokok, banyak yang menilai bahwa itu tidak baik dilakukan oleh seorang publik figur karena bisa menjadi contoh buruk.

Ada beberapa aktor ngetop Korea yang pernah menjadi sorotan publik karena tertangkap kamera sedang merokok. Cekidot!

BACA JUGA: 6 Karakter Pria Introvert di Drakor Ini Paling Diinginkan untuk Karantina Bareng

1. Ji Chang Wook

Instagram Story Ji Chang Wook.

Pada 19 Desember 2019 lalu, Ji Chang Wook membagikan video dirinya yang tengah merokok via Instagram Story. Begitu dibagikan, video langsung menjadi topik perbincangan hangat. Banyak penggemar memujinya seksi meski merokok tidak baik bagi kesehatan.

2. Song Joong Ki

Song Joong Ki dan para pemain The Batleship Island saat di Hong Kong (Foto: Istimewa).

Foto itu diambil di sebuah teras dengan latar belakang kota Hongkong dan memperlihatkan Song Joong Ki tengah memegang sebatang rokok. Foto ini pun mendapatkan respon dari netizen yang meminta mantan suami Song Hye Kyo ini untuk berhenti merokok.

BACA JUGA: Gak Cuma ‘Extraordinary You’, Ini Deretan Drakor Rowoon SF9

3. Lee Min Ho

Lee Min Ho (Foto: Istimewa)

Mantan pacar Bae Suzy ini juga pernah terciduk sedang merokok. Dalam sebuah foto yang diunggah oleh netizen, aktor dalam drama The King: Eternal Monarch ini terlihat tengah bersandar di tembok sambil memegang rokok.

4. Kim Soo Hyun

Kim Soo Hyun (Foto: Dispatch)

Aktor termahal Korea Selatan Kim Soo Hyun juga pernah tertangkap kamera sedang merokok. Gak tanggung-tanggu, bahkan yang jepret foto dirinya adalah Dispatch. Bahkan, katanya Kim Soo Hyung biasa menghabiskan setengah bungkus per harinya.

5. Lee Jong Suk

Lee Jong Suk (Foto: Istimewa)

Kalau Lee Jong Suk memang dikenal sebagai seorang perokok. Bahkan, baik di film, drama, atau pemotretan ia tak ragu jika ada adegan untuk merokok.

BACA JUGA: Layak Ditonton! 5 Drakor Romantis yang Diperankan Aktor Tampan Jo Ing Sung

6. Hong Jong Hyun

Hong Jong Hyun (Foto: Istimewa)

Aktor Hong Jong Hyun juga pernah tertangkap kamera sedang merokok. Aktor drama ‘My Absoule Boyfriend’ itu tampak ditemani dua orang lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini