5 Minuman Herbal Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh di Musim Pancaroba

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pergantian musim di berbagai wilayah Indonesia membuat tubuh rentan terkena penyakit. Ditambah lagi saat pandemi Covid-19, sangat mudah untuk kehilangan daya tahan tubuh jika tidak menjaga pola hidup sehat.

Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, menjaga pola hidup sehat tidak hanya dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Ada beberapa jenis minuman yang memiliki khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh di musim pancaroba sekarang ini, di antaranya :

1. Wedang Jahe

Wedang jahe ternyata memiliki banyak khasiat. Selain untuk membuat tubuh lebih hangat, jahe juga mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan menangkal radikal bebas.

2. Jamu Kunyit Asam

Kunyit asam mengandung vitamin C dan kurkumin yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas. Selain itu, kunyit asam juga dapat berfungsi sebagai antibiotik dan antioksidan alami. Jadi mengkonsumsi kunyit asam sangat bermanfaat untuk tubuh kita lho!

3. Temulawak

Seperti halnya jahe, temulawak juga memiliki kandungan kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk menetralkan radikal bebas. Selain itu, temulawak ini mengandung zat flavonoid yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

4. Teh Hijau

Tidak hanya terkenal untuk menurunkan berat badan, ternyata teh hijau memiliki kandungan polifenol. kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh. Lebih disarankan untuk meminum teh hijau dua sampai tiga kali sehari untuk hasil yang maksimal.

5. Air Kelapa Hijau

Air kelapa hijau dapat menjadi cairan detoks alami bagi tubuh karena mengandung antidotum (anti racun). Selain itu, air kelapa hijau juga dapat menjaga daya tahan tubuh di musim hujan seperti sekarang ini.

Reporter: Nour Aidel Pitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini