5 Alasan Wajib Kepoin Drama “Run On” yang Dibintangi Shin Se Kyung & Im Siwan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Drama terbaru JTBC “Run On” akan tayang perdana pada 16 Desember 2020 mendatang. Buat para pecinta drama Korea, sudah tak sabar menantikan drama yang dibintangi oleh Shin Se Kyung dan Im Siwan.

Im Siwan akan berperan sebagai Ki Sun Kyum, mantan atlet atletik yang pensiun setelah peristiwa yang mengubah hidup dan menjadi agen olahraga. Shin Se Kyung akan berperan sebagai Oh Mi Joo, penerjemah film asing yang suka berpetualang.

Dalam perjalanan hidupnya, Ki Sun Kyum kemudian berjumpa dengan Oh Mi Joo. Dari pertemuan tersebut membuka mata Ki Sun Kyung ke dalam dunia yang baru yang belum pernah ia kenal ketika menjadi seorang pelari. Oh Mi Joo pun tanpa ia sadari bahwa telah mengandalkan Ki Sun Kyung dalam hidupnya.

Penasaran dengan ceritanya? Berikut tiga hal yang patut dinantikan dalam drama romantis mendatang ini!

1. Bertabur bintang

Selain Im Siwan dan Shin Se Kyung, drama ini juga menghadirkan Sooyoung SNSD. Ia akan berperan sebagai CEO dari agensi olahraga yang bernama Seo Dan Ah.

Seo Dan Ah rela melakukan segala macam cara yang ia bisa untuk menjadi orang sempurna. Ketika menjalankan sebuah kehidupan yang kompetitif itulah, Seo Dan Ah bertemu dengan Kang Tae Oh yang berperan sebagai Lee Young Hwa.

Lee Young Hwa merupakan seorang mahasiswa dari jurusan seni yang sangat menawan dan juga populer di sekolahnya. Ia memiliki berbagai hobi menarik seperti menonton film di tempat yang nyaman hingga pergi jalan-jalan hanya untuk menggambar.

Berikut daftar pemain lainnya:

– Park Young Gyu berperan sebagai Ki Jung Do
– Cha Hwa Yeon berperan sebagai Yook Ji Woo
– Lee Bong Ryun berperan sebagai Park Mae Mae
– Ryu Abel berperan sebagai Ki Eun Bi
– Seo Eun Kyung berperan sebagai Dong Kyung
– Yeon Je Wook berperan sebagai Jung Ji Hyun
– Lee Jeong Ha berperan sebagai Kim Woo Sik
– Choi Jae Hyun berperan sebagai Seo Tae Woong
– Kim Dong Young berperan sebagai Ko Ye Joon
– Kim Si Eun berperan sebagai Ko Ye Chan

2. Chemistry pasangan yang menakjubkan

Sejak mereka dicasting, Im Siwan dan Shin Se Kyung telah menjadi sorotan karena chemistry mereka yang menggemaskan. Bahkan, keduanya “dimarahi” oleh staf karena terlalu manis.

Kedua bintang tersebut dikatakan sangat sinkron sambil mencerminkan romansa antara karakter mereka. Pemirsa dapat melihat bagaimana kemitraan mereka berkembang, kepercayaan diri mereka yang semakin meningkat satu sama lain, dan chemistry romantis mereka yang sempurna.

3. Produksi yang luar biasa

Produksi dan arahan dari “Run On” telah menarik minat sejak rilis teaser drama. Karier kedua karakter tersebut juga mencerminkan konsep drama tentang “direction”.

Tingkat detail ini mencerminkan seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan untuk memastikan bahwa setiap adegan sempurna. Produser berkomentar, “Kami tanpa henti memikirkan keprihatinan dengan cinta dan kami bekerja sangat keras untuk menggambarkan transformasi emosional yang lucu dari karakter yang mudah terpengaruh dan terkadang merengek. Anda akan dapat melihat proses ini dengan baik di episode pertama jadi mohon berikan banyak cinta dan perhatian.”

4. Romansa dua sisi

“Run On” melihat romansa antara pasangan yang berseberangan. Ki Sun Kyum adalah pria yang hanya melihat ke depan, sedangkan Oh Mi Joo hanya melihat ke belakang.

Sementara itu, Seo Dan Ah (Sooyoung Girls ‘Generation) adalah seseorang yang berpikir sesuatu hanya bisa dilakukan dengan buruk jika tidak dilakukan sama sekali dan Lee Young Hwa (Kang Tae Oh) percaya sebaliknya, bahwa tidak mungkin untuk mencapai apa yang diinginkan hati.

Alih-alih menghubungkan pasangan dengan cara yang rumit, pasangan ini memulai dengan garis cinta yang jelas yang akan memandu alur cerita mereka menjadi romansa yang lebih kuat dan lebih erat.

5. Digarap oleh sosok direktur dan penulis terkenal.

Drama Run On ini merupakan hasil karya dari director Lee Jae Hoon. Sedangkan untuk penulisnya adalah Park Min Sook.

Keduanya telah berkolaborasi dan bekerja sama sehingga mampu memberikan drama Korea yang berkualitas. Selain itu juga menjadi tontonan yang sangat menghibur.

Drama Korea Run On ini tayang setiap hari Kamis dan Jumat pukul 21.30. Pastikan bahwa anda tidak akan melewatkan drama Korea yang satu ini. Tonton teasernya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini