Taman Mini Indonesia Indah, Salah Satu Destinasi Wisata Favorit di Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dari beberapa tempat wisata di Jakarta yang membludak pengunjungnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Sejak buka saat hari raya idul Fitri 2 Mei 2022, ribuan pengunjung mendatangi tempat wisata ini.

Puncak kunjungan ke TMII ini terjadi pada Sabtu 7 Mei 2022. Sekitar 12.552 orang datang mengunjungi destinasi wisata tersebut.

”Jumlah pengunjung yang masuk TMII perorangan pada Sabtu 7 Mei 2022, berjumlah 12.552,” kata Direktur Eksekutif TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana.

Sementara kendaraan yang masuk seperti bus ada 10, mobil 1.541 unit, dan 1.746 motor.

Jam operasional Taman Mini mulai dari puku 06.00 hingga 18.00 Wib. Harga tiket masuk TMII rata-rata Rp 25 ribu per orang.

Sedangkan untuk tiket masuk kendaraan:

  • Bus/Truk: Rp40.000
    Mobil: Rp20.000
    Motor: Rp15.000
    Sepeda: Rp5.000

Sejumlah wahana tersedia di TMII. Misalnya

  • Taman Legenda Keong Mas: Rp100.000 (Tiket terusan 10 wahana)
  • Kereta Gantung: Rp50.000
  • Dunia Air Tawar: Rp35.000
  • Taman Burung: Rp30.000
  • Skyworld: Rp80.000
  • Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia: Rp25.000
  • PP IPTEK: Rp27.500
  • SS Waterpark: Rp25.000

Setelah 44 tahun TMII di bawah naungan Yayasan Harapan Kita akhirnya Kementerian Sekretarian Negara (Kemensetneg), pada 1 April 2021 mengumumkan bahwa Sekretariat Negara mengelola TMII. Hal itu merujuk Perpres 19 Tahun 2021 tentang TMII.

Reporter : Alyaa

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini