Sambut Bulan Dzulhijjah dengan Amal Saleh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Identik dengan ibadah kurban dan naik haji. Bulan Dzulhijjah ternyata banyak amalan lainnya yang bisa kita lakukan. Terutama di 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

1 Dzulhijjah 1442 H akan jatuh pada hari Jumat, 1 Juli 2022. Pada 10 hari pertama di bulan haji ini, Allah SWT telah memberikan keistimewaan padanya.

Hari-hari istimewa itu adalah Al Ayyam Al Maklumat. Meski dalam Al Quran ada sebutan tentang keistimewaan 10 pertama bulan Dzulhijjah, tetapi untuk puasa yang sunah hanya 9 hari saja. Karena hari ke-10 sudah masuk hari raya Idul Adha. Di mana pada hari itu termasuk salah satu hari yang terlarang untuk berpuasa.

Adapun amalan amalan lainnya adalah

  1. Dzikir

Amalan bulan Dzulhijjah yang ringan dan mudah ialah berdzikir. Seruan untuk selalu mengingat Allah SWT ini, tertuang dalam Al Quran.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al Hajj: 28)

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, dzikir sebagai amalan bulan Dzulhijjah itu dengan melafalkan takbir, tahlil dan tahmid. Ibnu ‘Abbas Radhiyallaahu ‘anhuma menyebutkan bahwa hari-hari yang telah ditentukan tersebut ialah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

  1. Puasa Arafah 9 hari

Termasuk ke dalam sembilan hari puasa amalan bulan Dzulhijjah, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9. Puasa Arafah begitu dianjurkan bagi yang tidak menjalankan haji. Bahkan disebutkan memiliki keutamaan mendapatkan imbalan, bisa menggugurkan dosa selama dua tahun.

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i).

  1. Haji

Ibadah haji jelas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Meski hanya wajib atas mereka yang mampu, akan tetapi karena kerinduan yang dalam banyak orang berusaha untuk bisa mendapatkan panggilan Allah SWT agar menjadi tamu-Nya.

Salah satu keutamaan itu adalah mereka disebut sebagai tamu-tamu Allah SWT. Maka kemuliaan apalagi yang akan dikejar seorang manusia jika dia sudah mendapatkan predikat tamu Allah SWT.

  1. Salat

Rukun Islam yang kedua ini adalah syiar paling tampak dalam kehidupan seorang Muslim. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bisa dijadikan sebagai momentum untuk semakin memperkuat lagi semangat melaksanakannya dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan.

Karena salat di hari-hari itu, bila dilakukan berjamaah. Apalagi ditambah dengan segala macam sunah-sunahnya adalah amalan utama yang dilakukan di hari-hari utama pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Ada satu jenis salat khusus di hari terakhir dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Itulah hari raya Idul Adha.

  1. Ibadah kurban

Seluruh umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau dikenal sebagai Hari Raya Kurban. Ibadah ini menjadi simbol bagi mereka yang menyisihkan sebagian harta yang dimiliki dalam bentuk hewan kurban untuk disembelih. Hewan kurban ini nantinya akan dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan atau sesama umat dalam bentuk daging.

Dengan berkurban, berarti kamu telah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, meningkatkan kepedulian sosial, menambah amal kebaikan, dan bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh-Nya.

  1. Membaca Tasbih, tahmid, tahlil dan tasbih

Dari Ibnu ‘Abbas radliya Allahu ‘anhuma ia berkata:

Bersabda Rosulullah sholla Allahu ‘alaihi wa sallam: Diantara hari-hari tidak ada hari yang lebih agung menurut Allah dan tidak ada hari yang paling di cintai Allah dari pada hari sepuluh (sepuluh hari awal dzulhijjah), maka pada hari itu perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. HR. Ath-Thobaroni.

Reporter: Fadila aliah Hakim

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini