Sah! KPU Pilih 13 April sebagai Hari Debat Pamungkas Pilpres 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tanggal 13 April 2019 sebagai hari penyelenggaraan debat kelima alias debat pamungkas Pilpres 2019 yang akan mempertemukan kedua paslon, yakni Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi.

Debat itu akan berlangsung tepat empat hari sebelum hari penentuan yang ditunggu-tunggu, yakni Pilpres dan Pileg 17 April 2019.

“Kami memilih hari yang terbaik dari yang terbaik, yakni 13 April 2019,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Menurut Arief, tanggal itu tidak akan mengganggu masa tenang Pemilu, yakni tiga hari sebelum 17 April 2019. Usai debat pamungkas, KPU akan kembali fokus menyiapkan hari pencoblosan.

“Ya kita akan konsentrasi persiapan pemungutan suara, misalnya memastikan distribusi logistik, hingga ke KPPS di TPS,” ujar Arief.

Debat kelima ini dianggap akan sangat berpengaruh menentukan siapakah yang dipilih oleh rakyat Indonesia untuk memimpin negara selama lima tahun selanjutnya.

Tema debat kelima capres nantinya adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri

Sebagai informasi, sebelum debat pamungkas, debat ke empat dihelat 30 Maret 2019. Terkait tempat dan teknis debat empat dan lima, KPU akan merampungkannya melalui rapat pekan depan.

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini