Oleh: Fadillah Athaya )*
Reformasi pasar modal yang terus dijalankan pemerintah bersamaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi langkah strategis dalammemperkuat daya saing investasi Indonesia. Upaya tersebut tidak hanyaditujukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, tetapi juga untukmemperkuat kepercayaan investor serta memastikan pasar modal nasional mampu bersaing dengan negara lain di tengah dinamikaekonomi global yang semakin kompetitif.
Komitmen tersebut mendapat penguatan setelah hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menunjukkan bahwa mayoritas aspekaksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga. Hasil tersebut menjadiindikator bahwa berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dan regulator berada pada jalur yang tepat dalam menjaga stabilitas sertameningkatkan kualitas pasar keuangan nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa hasil penilaian MSCI menunjukkan sebagian besar aspek aksesibilitas pasar Indonesia tidakmengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketahanan pasar modal Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa agenda reformasi yang sedangberjalan telah memberikan dampak positif.
Dalam asesmen MSCI, terdapat lima segmen Market Accessibility yang mencakup 18 kriteria penilaian. Dari keseluruhan indikator tersebut, sepuluh kriteria memperoleh kategori tertinggi atau double plus yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. Hasil tersebutmenjadi bukti bahwa berbagai aspek fundamental pasar modal Indonesia telah memenuhi standar internasional yang diakui oleh pelaku investasidunia. Meski demikian, hasil penilaian MSCI juga memberikan sejumlahmasukan yang menjadi perhatian untuk penyempurnaan ke depan. OJK memandang catatan tersebut sebagai bagian dari evaluasi yang konstruktif dan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat perbaikan tata kelola pasar modal nasional.
Sikap terbuka terhadap masukan internasional menunjukkan keseriusanpemerintah dalam membangun pasar modal yang semakin modern dan kredibel. Pendekatan tersebut penting untuk memastikan Indonesia tidakhanya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga terus meningkatkan kualitas ekosistem investasi secara berkelanjutan. Hasan Fawzi menilai reformasi yang sedang berjalan telah memperolehpengakuan dari berbagai pelaku pasar dan penyedia indeks global. Sejumlah kebijakan yang diterapkan bahkan mulai menjadi salah satuvariabel yang dipertimbangkan dalam penyusunan indeks maupun strategi investasi berbagai lembaga keuangan internasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, OJK bersama Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, serta pelaku industri pasar modal telah melaksanakan berbagai reformasi struktural. Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembanganpelaporan beneficial ownership, serta peningkatan kapasitas pengawasanperdagangan. Selain meningkatkan transparansi, reformasi juga diarahkan untuk memperkuat integritas pasar. Upaya identifikasicoordinated trading serta peningkatan kemampuan surveillance menjadiinstrumen penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadapmekanisme perdagangan yang berlangsung di bursa.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilaikeputusan MSCI yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategoriEmerging Markets mencerminkan kepercayaan investor global terhadapketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, dan reformasi yang terus dilakukan. Penilaian MSCI tersebut memiliki arti penting karena status Emerging Market menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor internasional dalam menentukan alokasi investasi. Keberhasilan mempertahankan status tersebut menunjukkan bahwaIndonesia masih memiliki daya tarik kuat di mata pasar global.
Pemerintah juga memandang hasil MSCI sebagai momentum untukmempercepat agenda reformasi. Menteri Koordinator BidangPerekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Karena itu, berbagai agenda reformasi harus terus diimplementasikan secarakonsisten agar mampu memberikan dampak nyata terhadap transparansi, integritas, dan kepercayaan investor.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa reformasi pasar modal tidakberhenti pada penyusunan kebijakan. Pemerintah memastikan setiaplangkah yang telah dirancang dapat diterapkan secara efektif sehinggamenghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh pelaku pasar.Koordinasi yang terus dilakukan antara OJK, Bank Indonesia, dan berbagai lembaga terkait juga menjadi faktor penting dalam menjagakeberhasilan reformasi. Sinergi tersebut memungkinkan setiap kebijakanberjalan sejalan dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mitigasi risiko pasar.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kemampuan Indonesia mempertahankan stabilitas pasar modal menjadi nilai tambah yang sangat penting. Investor cenderung memilih negara yang memiliki kepastianregulasi, tata kelola yang baik, serta komitmen kuat terhadap reformasi.Karena itu, reformasi pasar modal yang sedang dijalankan saat inimerupakan kebijakan yang tepat untuk memperkuat daya saing investasiIndonesia. Upaya tersebut tidak hanya menjaga kepercayaan investor yang telah ada, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk menarikmodal baru dari pasar internasional.
Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, stabilitas makroekonomiyang terjaga, serta komitmen reformasi yang konsisten, Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satutujuan investasi utama di kawasan. Keberlanjutan reformasi pasar modal akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonominasional sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata komunitasinvestasi global.
*) pemerhati kebijakan publik

