Profesi Dukun Hukumnya Haram dalam Islam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di era yang sudah modern ini, masih banyak orang yang mendatangi dukun.

Biasanya mereka mendatangi dukun untuk membantu menyelesaikan masalah, seperti penyakit, gangguan sihir, kehilangan barang, kesialan, dan lain-lain.

Biasanya dukun atau orang pintar, mendapatkan bantuan dari jin untuk membantu orang-orang yang mendatanginya. Merupakan dosa besar bagi mereka membuka praktik perdukunan.

Hukum dalam Islam merupakan haram. Karena dukun akan bersekutu dengan jin serta mendustakan Allah.

Melansir dari almanhaj.or.id, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah termasuk golongan kami orang yang mencari perdukunan atau melakukan perdukunan.

Sudah sangat jelas dalam hadis ini Rasulullah mencela orang yang meminta bantuan dari dukun atau memberikan bantuan perdukunan.

Dukun biasanya bekerja sama dengan jin dan memiliki komitmen kedua belah pihak. Di antara komitmen tersebut, sang dukun harus mematuhi serta menuruti persyaratan Jin.

Setelah hal itu sudah terpenuhi, Jin akan membantu sang dukun dalam praktek profesinya. Biasanya, syaratnya tidak sulit, cukup melakukan salah satu bentuk kesyirikan atau kekufuran saja. Walaupun si dukun tetap menjalankan ibadah, seperti salat, puasa, dan sebagainya.

Terkadang yang menjadi persyaratannya melakukan ibadah yang menyalahi sunah Rasulullah. Sehingga sang dukun terjebak dalam dosa dalam hidupnya. Ia tidak menyadari itu adalah dosa dan sebuah kesalahan.

Ketika sudah terjalin kerja sama yang erat, Jin akan berusaha membantu dukun dalam mengetahui berita-berita gaib.

Upaya jin dalam mencari berita gaib dengan cara bertengger satu di atas yang lainnya, seperti pertunjukan orang memanjat pinang. Berita gaib yang mereka dapatkan berasal dari perkataan Allah untuk para malaikat untuk melakukan tugas tertentu.

Lalu, para malaikat saling berkomunikasi. Melalui percakapan tersebut, Jin mencuri berita itu dan menyampaikannya kepada para dukun.

Para Jin tidak selalu dapat mencuri berita di langit karena Allah menjadikan sebagian bintang yang berapi untuk melempar para jin yang berusaha mencuri berita tersebut.

Jika Jin selamat dalam lemparan itu, mereka bisa mencuri satu kalimat dari berita langit. Jin tidak mengetahui secara utuh mengenai berita langit itu. Lalu berita itu mereka campur dengan kedustaan dan menyebarkan berita itu kepada para dukun.

Omongan dukun bisa saja terbukti. Namun jika dibandingkan dengan kebohongannya lebih banyak. Ketika kebenaran yang dikatakan dukun terbukti, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menerima dan mempercayai apa yang dikatakannya.

Reporter: Laita Nur Azahra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini