Penerimaan Pajak Mencapai Rp 868,3 Triliun Pada Semester I 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 868,3 triliun di semester I-2022.

Realisasi itu setara dengan 58,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp 1.485 triliun. ”Penerimaan pajak semester I-2022 mengalami kenaikan yang luar biasa kuat yaitu tumbuh 55,7 persen. Dari periode yang sama di tahun lalu,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu 27 Juli 2022.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat tren positif. Di antaranya, terdapat tren peningkatan harga komoditas migas dan non migas. Sehingga berdampak positif pada penerimaan negara.

Kemudian, kondisi perekonomian yang sudah mulai pulih dengan permintaan yang terus membaik. Baik domestik dan luar negeri, sehingga mendorong peningkatan penerimaan pajak.

Selain itu, pengaruh kondisi basis pajak yang membaik, ini akibat pemberian insentif fiskal di masa pandemi.

Secara rinci, penerimaan pajak sepanjang Januari-Juni 2022 berasal dari penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas senilai Rp 519,6 triliun. Atau setara 69,4 persen dari target. Pertumbuhan ini utamanya karena perbaikan kinerja ekonomi.

“PPh nonmigas menunjukkan suatu pencapaian luar biasa karena dalam 6 bulan sudah di atas 50 persen atau 69,4 persen,” imbuh Sri Mulyani.

Kemudian berasal dari realisasi pertambahan nilai atau pajak penjualan barang mewah (PPN/PPnBM). Tercatat sebesar Rp 300,9 triliun atau mencapai 47,1 persen dari target.

Lalu dari penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya yang tercatat mencapai Rp 4,8 triliun atau setara 14,9 persen dari target. Serta dari PPh migas senilai Rp 43 triliun atau setara 66,6 persen dari target.

Sri Mulyani mengatakan, seiring berakhirnya PPS, maka penerimaan pajak semester II-2022 diproyeksi pertumbuhannya tidak akan sekuat semester I-2022.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Hadir Cepat Menjawab Gangguan Kelistrikan di Sumatera

Oleh: Diemas Kusuma )*Respons cepat pemerintah dalam menangani gangguan kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menunjukkan keseriusan negaradalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Ketikagangguan sistem menyebabkan padamnya aliran listrik di beberapaprovinsi, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian bersama PT PLN (Persero) segera bergerak untuk memastikan pemulihanberlangsung maksimal. Langkah sigap tersebut menjadi bukti bahwasektor ketenagalistrikan nasional berada dalam pengawasan serius danditangani secara profesional.Gangguan sistem yang terjadi memang sempat menimbulkanketidaknyamanan bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, layananpublik, hingga roda ekonomi di beberapa daerah terdampak mengalamihambatan. Namun pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebutberlangsung berlarut. Koordinasi cepat dilakukan antara KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Sekretariat Negara, danPLN guna memastikan penanganan berjalan efektif.Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pemerintahmemberikan perhatian serius terhadap gangguan sistem kelistrikantersebut. Menurutnya, pemerintah memahami gangguan ini menimbulkandampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayahterdampak. Karena itu, Kementerian ESDM sebagai regulator danpengawas subsektor ketenagalistrikan terus mengawal proses pemulihanagar berlangsung cepat dan terukur.Yuliot juga memastikan bahwa investigasi teknis dilakukan secaramenyeluruh untuk mengetahui akar penyebab gangguan. Langkah inipenting agar pemerintah dapat menyiapkan strategi mitigasi yang tepatsehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Pendekatantersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus padapenyelesaian jangka pendek, melainkan juga pada penguatan sistemsecara berkelanjutan.Pemerintah langsung menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan kelapangan sejak tahap awal terjadinya padam meluas. Tim tersebutdiperkuat secara bertahap untuk melakukan investigasi intensif danmemastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai standar keamanansistem.Pengawasan dilakukan secara ketat agar pasokan listrik dapat kembaliandal dan aman bagi masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan langkahstrategis yang menitikberatkan pada penguatan backbone sistemkelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit baru sertapengembangan transmisi berkapasitas besar.Selain penguatan jaringan utama, pemerintah mendorong kesiapaninfrastruktur blackstart agar proses pemulihan dapat berlangsung lebihcepat apabila gangguan besar kembali terjadi. Langkah ini mencerminkanvisi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi di Pulau Sumatera.Di tingkat operasional, PT PLN bergerak cepat mengerahkan seluruhpersonel teknis. Sejak gangguan terdeteksi, petugas langsung melakukanasesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, sertamengaktifkan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi.Indikasi awal menunjukkan gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhikondisi cuaca buruk. Gangguan tersebut kemudian memicuketidakstabilan frekuensi dan tegangan sehingga berdampak padasejumlah pembangkit di berbagai wilayah Sumatera.Meski menghadapi tantangan teknis yang kompleks, PLN mampumenunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Kerja cepat para petugas di lapangan menjadi bukti kesiapan sistem nasional dalammenghadapi situasi darurat.Di Sumatera Barat, proses pemulihan berjalan cepat. General Manager PLN...
- Advertisement -

Baca berita yang ini