PBB Ogah Prabowo Sebab Emosian

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Bukan hanya Yusril Ihza Mahendra, Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer juga menegaskan partainya tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Alasannya Prabowo temperamental atau emosian.

“Saya sudah beberapa kali ketemu Prabowo. Waktu di forum ijtima ulama itu dia meninju-ninju meja. Itu betul, seperti yang sudah saya sampaikan di media,” kata Ferry seperti dilansir Antara.

Dia menegaskan pemimpin yang baik harus tetap menjaga etika meskipun sedang marah, terlebih saat berada bersama para ulama.

Nabi Muhammad tidak tidak pernah marah walau dihina, dilempar, harus sabar, sedangkan Jokowi adalah sosok pemimpin yang mau mendengar dan menerima saran.

Ferry menegaskan PBB belum pernah mendeklarasikan dukung Prabowo. Dia mengakui PBB memang sempat melakukan pendekatan dengan kubu Prabowo-Sandiaga di awal Pilpres.

Namun setelah melalui kajian panjang, akhirnya PBB memilih mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ferry mengungkapkan hal tersebut dalam Orasi Kebangsaan Kader Gus Dur di Rumah Pergerakan Gus Dur di Jakarta, Jumat malam.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini