Mau Ikut Tes CPNS 2019? Daftar di 6 Kementerian Ini Saja, Gajinya Gede Bos!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 segera dibuka nih. Rencananya pendaftaran CPNS akan dimulai pada 11 November 2019. Banyak instansi, terutama kementerian, yang menjadi incaran para CPNS.

Sebanyak 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah siap menerima kamu sebagai pendaftar CPNS 2019. Apa kamu sudah mempersiapkan diri dan menentukan pilihan? Kalau belum, Minews.id akan merangkumnya dalam 6 rekomendasi kementerian dengan tunjangan gaji yang wow. Yuk simak!

1. Kementerian Keuangan

Dengan 202 formasi, Kementerian Keuangan bersiap menerima kamu para pendaftar CPNS 2019. Kamu harus tahu nih, tunjangan yang akan kamu dapat ketika bergabung di Kementerian Keuangan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 156 Tahun 2014 tentang Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan. Bahwa tunjangan yang akan didapatkan para pegawai Kementerian Keuangan berkisar antara Rp 2.575.000 hingga Rp 46.950.000. Wah, besar juga ya. Yuk persiapkan diri kamu!

2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Pendidikan memang sangat penting, karena itu lahirlah keenterian ini. Yuk kita intip, berapa sih tunjangan yang didapatkan pegaawai kementerian ini?

Tertulis pada Peraturan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomoe 136 Tahun 2018. Tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahwa tunjangan kinerja yang diterima pegawai Kemendikbud berkisar dari Rp 2.531.250 hingga Rp 33.240.000.

3. Kementerian Perhubungan

Lebih banyak dari tahun 2018 yang hanya 934 formasi, kini Kementerian Perhubungan membuka sebanyak 1.244 formasi pada CPNS 2019. Berapa sih tunjangan kinerja kementerian ini?

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2019. Membahas tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerin Perhubungan. Bahwa tunjangan yang didapatkan para pegawai berkisar antara Rp 2.531.250 hingga Rp 33.240.000.

4. Kementerian Agama

Banyaknya formasi dalam Kementerian Agama, yaitu sebanyak 5.815 formasi. Membuat kementerian ini banyak diminati oleh para pendaftar CPNS. Sepertinya masih sama dengan tahun 2018, posisi guru dan dosen masih banyak dibutuhkan oleh Kementerian Agama dalam CPNS 2019.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Tentang tunjangan kerja bagi pagawai pemerintahan Kementerian Agama, berkisar antara Rp 1.968.00 hingga Rp 29.085.000.

5. Kementerian Hukum dan HAM

Pada tahun 2019 ini Kementerian Hukum dan HAM membuka sekitar 4.598 formasi. Kemenkumham menempati urutan ke-3 dalam kementerian/lembaga dengan formasi terbanyak.

Dilansir dari ditjenpp.kemenkumham.go.id, bedasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Noomor 5 Tahun 2015. Tunjangan yang didapatkan oleh pegawai negeri dalam lingkungan Kemenkumham berkisar Rp 2.211.000 sampai dengan Rp 27.577.500.

6. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Pada tahun ini, Kementerian ESDM membuka 187 formasi dalam CPNS 2019. Selain itu, kamu juga harus nih, besarnya tunjangan kinerja dari kementerian yang satu ini. Kementerian yang bergerak dalam energi dan sumber daya mineral ini, memiliki tunjangan yang tidak kalah besarnya dengan kementerian lain loh.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja di Lingkungan Kementerian ESDM. Bahwa tunjangan yang didapatkan oleh pegawai berkisar mulai dari Rp 1.968.000,- sampai dengan Rp 26.324.000. (Hastina/RyV)

 

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini