Lulusan UGM, Banyak Hasilkan Tokoh Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan  universitas nomor satu di Indonesia di tahun 2017. Saat itu UGM berhasil mengalahkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Indonesia (UI).

UGM yang terletak di Yogyakarta ini memang dikenal memiliki banyak prestasi. Tak cuma itu, salah satu universitas di Indonesia yang mencetak banyak alumni penting untuk bangsa. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tokoh-tokoh terkenal yang merupakan alumni UGM.

Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia ini sudah cukup jelas, ia adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Jokowi merupakan lulusan UGM angkatan 1980. Sebelum menjabat sebagai presiden, ia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Solo, dan pengusaha mebel.

Anies Baswedan

Anies merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UGM. Sekarang ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia pernah menjadi Menteri Pendidikan 2014-2016, rektor di Universitas Paramadina, dan pencetus gerakan Indonesia Mengajar.

Ganjar Pranowo

Pria yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa tengah ini tercatat menjadi lulusan Fakultas Hukum UGM tahun 1995. Ganjar juga dikenal sebagai ketua KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada). Sebelum menjadi gubernur, ia sempat menjadi anggota DPR RI tahun 2004-2013.

Sri Sultan Hamengku Buwono X

Raden Mas Herjuno Darpito atau dikenal dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan lulusan Fakultas UGM yang lulus pada 1982. Fakta unik, ia merupakan contoh nyata dari “mahasiswa abadi”. Hal tersebut terjadi karena ia belajar politik dengan ayahnya di Jakarta selama 10 tahun.

Pratikno

Menteri Sekretaris Negara 2014-sekarang ini tercatat sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, jurusan Ilmu Pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia merupakan rektor UGM tahun 2012-2014, dekan FISIPOL tahun 2008-2012.

Retno Marsudi

Wanita ini merupakan lulusan FISIPOL UGM, jurusan Ilmu Hubungan Internasional yang lulus pada 1985. Sekarang Retno menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan menjadi perempuan pertama pada posisi tersebut. Sebelum menjabat, ia adalah pegawai karier di Kementerian Luar Negeri.

Budi Karya Sumadi

Budi merupakan alumni lulusan Fakultas Teknik UGM, jurusan Arsitektur pada 1981. Ia sekarang menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia bekerja di berbagai Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah.

Selain nama-nama di atas, UGM masih memiliki deretan tokoh-tokoh terkenal di berbagai bidang, seperti Putu Wijaya (Penulis, Sutradara, dan Pelukis), Umar Kayam (Budayawan dan Sosiolog), Amien Rais (mantan Ketua Muhammadiyah, Ketua MPR, dan mantan dosen FISIPOL UGM), Jakob Oetama (pendiri surat kabar Kompas), Sapardi Djoko Damono (Penulis sajak).

Reporter : Afif Ardiansyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Pastikan Kopdes Berjalan Profesional dan Berkelanjutan

Oleh: Hanif Pratama )*Pemerintah memastikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) MerahPutih berjalan profesional dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, manajemen, serta dukungan pembiayaan yang terintegrasi. Kebijakan inidirancang untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi desasekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dengan memastikan kesiapan operasional tidak hanyadari sisi fisik, tetapi juga aspek tata kelola. Pendekatan ini dilakukan agar koperasi mampu menjalankan fungsi distribusi pangan dan kebutuhanmasyarakat secara efisien serta berkelanjutan.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwapemerintah tengah menyiapkan payung hukum pembiayaan melalui revisiPeraturan Menteri Keuangan. Ia menjelaskan bahwa percepatanpenyelesaian regulasi tersebut menjadi prioritas agar implementasiprogram tidak terhambat di lapangan.Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telahdiminta untuk segera merampungkan aturan baru dalam waktu singkat. Target percepatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalammemastikan seluruh skema pendanaan Kopdes dapat berjalan tepatwaktu dan tepat sasaran.Selain penguatan regulasi, pemerintah juga menempatkanprofesionalisme sebagai kunci utama keberhasilan operasional koperasi. Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penunjukan manajer yang tidakhanya memahami prinsip koperasi, tetapi juga memiliki kemampuankewirausahaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.Pemerintah memandang bahwa keberadaan manajer profesional akanmeningkatkan kualitas pengelolaan koperasi sekaligus memastikan setiapunit usaha dapat berkembang secara optimal. Dengan manajemen yang kuat, koperasi diharapkan mampu bersaing dan memberikan manfaatnyata bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih juga dirancang memiliki peran strategis dalamberbagai program pemerintah, termasuk sebagai penyalur barang subsididan penyerap hasil produksi petani. Dalam skema ini, koperasi dapatberfungsi sebagai offtaker komoditas pangan melalui kerja sama denganPerum Bulog, sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.Peran tersebut memperkuat posisi koperasi sebagai penghubung antaraproduksi dan distribusi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantaipasok yang panjang. Dengan demikian, efisiensi distribusi dapat tercapaidan kesejahteraan petani meningkat secara signifikan.Pemerintah juga merancang koperasi desa sebagai pusat layananterpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dariagen sembako, distribusi LPG, hingga layanan kesehatan. Integrasilayanan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing koperasisekaligus memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes MerahPutih akan menjadi ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikanseluruh potensi desa. Ia menilai koperasi akan berperan sebagai wadahusaha bersama yang mampu mendorong perputaran ekonomi secaraberkelanjutan.Ferry Juliantono juga mendorong pemerintah daerah untukmengidentifikasi potensi unggulan desa dan mengintegrasikannya dalampengembangan koperasi. Ia memastikan Kementerian Koperasi siapmemberikan dukungan pembiayaan serta pendampingan agar koperasidapat berkembang secara optimal.Pemerintah turut membuka akses pembiayaan melalui LPDB Koperasiserta mendorong program inkubasi bagi produk-produk lokal. Langkah inibertujuan mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat desa sekaligusmeningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.Ferry Juliantono menilai koperasi yang dikelola secara profesional akanmampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivitasekonomi desa. Keterlibatan milenial dan generasi Z dipandang pentinguntuk mendorong inovasi serta memperkuat keberlanjutan koperasi di masa depan.Di sisi lain, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, YandriSusanto, menekankan pentingnya ketersediaan lahan sebagai fondasiutama operasional koperasi. Ia menyebut pemerintah pusat dan daerahperlu bersinergi untuk memastikan setiap desa memiliki lahan yang memadai bagi pembangunan kantor koperasi.Setelah lahan tersedia, pemerintah mengarahkan pembangunandilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas koperasi dapat dimanfaatkandalam jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikankontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian danlembaga untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan selaras. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar setiap program yang dijalankanmampu saling mendukung dan tidak berjalan secara terpisah.Pemerintah meyakini bahwa kombinasi antara regulasi yang kuat, manajemen profesional, dan dukungan pembiayaan yang terarah akanmemastikan Kopdes Merah Putih berjalan optimal. Dengan strategitersebut, koperasi desa tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapijuga motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan sistempengawasan internal dan eksternal guna menjaga keberlanjutanoperasional Kopdes Merah Putih. Mekanisme audit berkala sertapelaporan yang transparan menjadi instrumen utama untuk memastikanseluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Dengan sistem pengawasan yang terstruktur, potensi penyimpangandapat diminimalkan sejak dini.Pemerintah juga mendorong kemitraan strategis antara koperasi denganpelaku usaha lokal maupun nasional agar tercipta rantai nilai yang lebihkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing koperasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.*) Pengamat Koperasi dan UMKM
- Advertisement -

Baca berita yang ini