Kisah Cinderella Ini Lebih Mengerikan Dibanding dengan Disney

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Disney terkenal dengan ceritanya yang happy ending. Tokoh-tokoh di film Disney akan selalu happily ever after. Salah satunya adalah kisah Cinderella.

Kalian mungkin tidak asing dengan kata Cinderella. Ia adalah tokoh Disney Princess yang dongengnya sudah kita dengar sebagai dongeng pengantar tidur.

Kisah ini populer di seluruh dunia. Apalagi ketika Walt Disney membuatnya dalam versi animasi karya dongeng Charles Perrault. Film animasi ini produksi 14 Februari 1950.

Film ini bercerita tentang seorang gadis muda yang kehilangan ayahnya karena meninggal. Ia hidup bersama ibu dan saudara tirinya dan setiap hari selalu mendapat siksaan dari keluarganya.

Hampir setiap generasi pernah menikmati cerita dongeng Cinderella. Dan dalam bentuk apapun penyajiannya, cerita dongeng Cinderella selalu menarik. Mengundang rasa penasaran, sekalipun telah berkali-kali membaca kisahnya bahkan mungkin telah hapal di luar kepala.

Nah, tapi ada banyak versi tentang kisah Cinderella.

Cinderella dengan sepatu kaca, kereta dari labu, dan peri baik hati ialah hasil gubahan seorang penulis Prancis, Charles Perrault pada 1697. Ia menulis kisah dari abad pertengahan sehingga menjadi cerita dongeng Cinderella yang  kita kenal sekarang.

Versi lain datang dari Yunani pada tahun ke-1 sebelum masehi. Dalam versi itu, Cinderella sedang mandi di sungai. Saat sedang bermain air, tiba-tiba ada burung elang mencuri sandalnya. Sang elang membawa terbang sandal tersebut dan menjatuhkannya di hadapan seorang raja. Raja tertarik dengan sandal tersebut dan mencari pemiliknya ke seluruh negeri.

Lalu di Cina, pada tahun 860-an juga ada kisah yang mirip dengan dongeng Cinderella. Ceritanya, hiduplah seorang gadis yang bergaul dengan ikan.

Suatu hari Ibunya membunuh ikan tersebut. Sedih dan kecewa, sang gadis mengumpulkan tulang ikan tersebut. Dan,  muncullah sebuah kekuatan magic yang dapat mengubah penampilan sang gadis sehingga ia bisa menghadiri festival.

Di festival itu ia tidak sengaja meninggalkan alas kakinya sebab ia buru-buru pergi. Kaisar Cina kemudian menemukan alas kaki tersebut. Ia kemudian mencari pemiliknya dan jatuh cinta pada sang gadis.

Dari tiga versi di atas, semuanya memiliki akhir yang bahagia. Namun ada satu versi karangan Brothers Grimm yang jauh berbeda dengan dongeng Disney. Cerita yang satu ini jauh lebih mengerikan, gelap dan bahkan berdarah-darah. Mungkin bila menjadi film, penontonnya adalah usia 21 tahun ke atas. Karena akan banyak adegan mengerikan di dalamnya.

Pada cerita dongeng Cinderella adaptasi penulis Jerman tersebut, sepatu terbuat dari emas, bukan kaca. Saudara tiri Cinderella memotong jari-jari mereka agar kakinya dapat masuk ke dalam sepatu kaca.

Pangeran yang merasa tertipu memerintahkan burung merpati buat mematuk mata mereka. Sampai akhir hayatnya saudara tirinya menjadi pengemis buta.

Ini film animasi Cinderella produksi Disney.

 Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Diplomasi Energi Demi Wujudkan Swasembada Nasional

Oleh: Ahmad Fajar )*Pemerintah terus memperkuat diplomasi energi sebagai strategi utamadalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini dinilaikrusial di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama terkaitketidakpastian pasokan energi dunia dan meningkatnya kebutuhan energidomestik.Melalui pendekatan diplomasi yang aktif, pemerintah berupayamenempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasokenergi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum internasional untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.Dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalammenghadapi tantangan energi global. Ia berpandangan bahwa kerja samayang saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitaspasokan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Diplomasi energi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kesepakatanstrategis dengan berbagai negara mitra. Bersama Jepang, Indonesia menjalin kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sertamendukung pengembangan teknologi energi bersih.Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalammengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan inovasiteknologi. Pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi mitrainternasional untuk mengelola potensi mineral kritis Indonesia secarabersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.Di kawasan Asia Tenggara, penguatan diplomasi juga dilakukan melaluikerja sama dengan Singapura. Pemerintah mematangkan rencanapengembangan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan teknologiberkelanjutan di kawasan.Langkah serupa juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Brunei Darussalam, yang difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan energiserta pengembangan energi baru terbarukan. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerjasama global, tetapi juga memperkuat sinergi regional.Selain itu, kerja sama dengan Amerika Serikat turut diperluas melaluipengembangan teknologi ekstraksi lithium dari sumber panas bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi antara potensi energidomestik dengan kebutuhan global terhadap mineral strategis untukindustri energi bersih.Melalui diplomasi yang terarah,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini