Hilirisasi untuk Indonesia Maju: Solusi Lapangan Kerja Berkualitas

Baca Juga

Oleh : Salsa Nadya Sintya

Hilirisasi industri kini menjadi salah satu strategi nasional untuk memperkuat fondasi ekonomiIndonesia sekaligus membuka lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan. Program initidak sekadar menambah nilai pada produk domestik, tetapi juga memastikan rantai nilai industriberjalan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Komitmen ini terlihat jelas dari arahanPresiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi sebagai agenda prioritas nasional, termasuk melalui 18 proyek strategis yang dikelola oleh badan pengelola investasi strategis, Danantara.

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai langkah ini sebagai fondasi pentingpembangunan industri nasional. Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menekankanbahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung proyek-proyek hilirisasi menjadi faktorkrusial untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang terampil, kreatif, dan inovatif. Dengandemikian, proyek hilirisasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung industri masa depan. MenurutMa’ruf, keberhasilan proyek hilirisasi akan menciptakan siklus pertumbuhan yang salingmenguatkan; ketika investasi tumbuh, ekonomi bergerak, dan lapangan kerja tercipta, ekosistemindustri nasional pun semakin berdaya saing.

Selain itu, industri padat karya seperti tekstil dan garmen memegang peran strategis dalampenciptaan lapangan kerja. Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) mengapresiasiperhatian pemerintah terhadap sektor ini, karena industri tekstil dan garmen merupakanpenopang utama ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas sosial di berbagai daerah. KetuaUmum AGTI, Anne Patricia Sutanto, menegaskan bahwa penguatan hilirisasi sektor ini akanmeningkatkan nilai tambah produk domestik sekaligus memperluas kesempatan kerja formal. Hal ini sangat penting mengingat sektor tekstil menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi salah satu pilar industri yang padat karya di Indonesia.

Penguatan rantai pasok menjadi faktor kunci agar hilirisasi memberikan manfaat maksimal. Struktur rantai pasok industri yang panjang membutuhkan kebijakan yang terintegrasi, mulai darihulu hingga hilir, agar industri nasional mampu meningkatkan daya saing dan mengurangiketergantungan pada produk impor. Meskipun impor bahan baku masih diperlukan untukmenjaga kelancaran produksi, AGTI menekankan bahwa proses ini harus efisien dan patuhaturan agar daya saing industri tetap terjaga. Selain itu, penguasaan teknologi dan pengembanganindustri permesinan domestik juga menjadi langkah penting untuk mendorong penerapan Industri4.0, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan kualitas tenaga kerja.

Kawasan industri berperan sebagai simpul eksekusi yang memastikan proyek hilirisasi berjalanefektif. Kesiapan lahan, utilitas memadai, kepastian layanan, dan ekosistem industri yang terintegrasi menjadi faktor utama dalam mempercepat realisasi investasi. Ma’ruf menjelaskanbahwa sinergi antara Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi; Danantaramemperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, sementara kawasan industrimemastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha. Dengan demikian, investor memperolehkepastian yang lebih tinggi, dan dampak ekonomi bagi masyarakat dapat dirasakan secara nyata.

Hilirisasi juga mendorong integrasi antara industri dan pendidikan tinggi. HKI telahmenandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sehingga kawasan industri dapatmenjadi laboratorium nyata bagi riset terapan dan pengembangan talenta. Langkah ini diyakinimampu menjembatani kebutuhan industri dengan penyediaan tenaga kerja terampil, sekaligusmemberikan pengalaman praktis bagi lulusan perguruan tinggi agar siap memasuki dunia kerjadengan kompetensi yang relevan.

Keberhasilan hilirisasi akan memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan investasistrategis, dan membuka lapangan kerja formal yang berkualitas. Industri padat karya sepertitekstil dan garmen menjadi motor penggerak ekonomi lokal, menjaga stabilitas sosial, dan mendorong pemerataan pembangunan. Dengan dukungan kebijakan terintegrasi dari pemerintahpusat dan daerah, fasilitasi perizinan, ketersediaan energi, serta pembiayaan yang tepat sasaran, agenda hilirisasi akan menjadi pendorong utama menuju Indonesia Maju.

Hilirisasi bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi juga jawaban terhadap tantangan lapangan kerjadi era modern. Dengan investasi yang tumbuh, teknologi yang diadopsi, dan sumber dayamanusia yang terampil, Indonesia siap menghadapi persaingan global sekaligus memberikanmanfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, badan pengelola proyek, dunia usaha, dan pendidikan tinggi menjadi kunci utama agar Indonesia mampu menciptakan lapangan kerjaberkualitas, meningkatkan daya saing industri nasional, dan menjadikan hilirisasi sebagai solusijangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan fokus yang konsisten, hilirisasi akan membawa Indonesia dari posisi sebagai produsenbahan mentah menjadi pemain global dengan produk bernilai tinggi, menyerap tenaga kerjasecara luas, dan memperkuat stabilitas ekonomi. Program ini membuktikan bahwa pembangunanindustri yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi jawaban atas tantangan ketenagakerjaan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, hilirisasi menjadi strategi yang tepat untuk menghadirkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

*Penulis adalah Peneliti Lembaga Institute Indonesia Sentris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Hilirisasi hingga UMKM: Strategi Pemerintah Memperluas Kesempatan Kerja

Oleh: Rizky Adiwicaksono *) Upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja nasional semakin menunjukkan arah yang konsisten melalui penguatan hilirisasi industri, pemberdayaan UMKM, serta percepatan Proyek...
- Advertisement -

Baca berita yang ini