Film Animasi ‘Ron’s Gone Wrong’ akan Tayang Oktober 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Akhirnya Disney menayangkan kembali film animasinya tahun ini. Film yang berjudul Ron’s Gone Wrong akan menjadi film animasi pertama yang segera tayang pada Oktober 2021 ini.

Jean Philippe-Vine selaku sutradara, film ‘Ron’s Gone Wrong’ adalah debut pertamanya dalam dunia perfilman. Selain itu, Sarah Smith juga ikut berperan dalam penulisan skenario film.

Dalam acara Virtual Press Conferences, Senin 7 Juni 2021, Sarah menuturkan bahwa ia tertarik untuk meninjau hubungan afeksi antara manusia dan benda-benda elektronik. Ia juga menambahkan, hal ini memberikan makna yang lebih besar soal persahabatan. Hubungan antar satu sama lain baik sesama manusia atau sebagainya.

Film ini mengisahkan tentang dunia teknologi yang sedang berkembang. Pada saat itu ada seorang anak kecil (Barney) berteman baik dengan sebuah robot (Ron).

Hingga suatu ketika ia mendapati robotnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Barney pun memulai perjalanannya untuk belajar tentang persahabatan sejati bersama robotnya.

Rencananya, Ron’s Gone Wrong akan tayang dalam bioskop Amerika pada 22 Oktober 2021.

Wah, makin gak sabar nih buat nonton film Disney terbaru!

Udah lihat trailernya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini