Fauzan: Perusahaan Prabowo di Aceh Pekerjakan Tenaga Asing Asal Cina

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Fakta mengejutkan datang Fauzan Azima. Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge itu mengungkapkan bahwa perusahaan Prabowo Subianto selama ini mempekerjakan tenaga kerja Cina di lahan PT Tusam Hutani Lestari (THL).

THL merupakan perusahaan yang memanfaatkan dan mengolah getah pinus. “Ada sebagian masyarakat yang ambil getah, dan pihak ketiga. Kalau dulu banyak dari luar. Dari Cina juga ada. Awalnya tenaga-tenaga kerja Cina semua di situ,” kata Fauzan di Aceh, Kamis 21 Februari 2019.

Fauzan menambahkan bahwa masyarakat di sekitar lahan tidak ada yang bekerja secara resmi di perusahaan tersebut. Warga sekitar hanya mengambil getah atas izin PT THL.

Menariknya, PT THL juga belum menanam kembali pohon-pohon yang sudah ditebang di dalam lahan. Padahal sudah mendapat izin konsesi kedua, mereka tidak melakukan penanaman sama sekali.

Akibatnya, banyak lahan yang terlantar karena tidak ada penanaman kembali. Dirinya berani berbicara fakta tersebut karena pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

“Jadi ada 30 ribu hektare lahan PT itu yang masuk ke dalam KEL. Itu memang dulu kita sangat kita tentang kawasan itu ditebang karena itu masuk KEL. Rupanya mereka mendapat izin konsesi itu mereka ingin tebang yang 30 ribu itu karena yang lain sudah gundul. Jadi masih banyak lahan yang terlantar,” ujarnya.

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini