‘Exit Poll’ LSI: Jokowi-Ma’ruf Menang Pilpres 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin diklaim menang dalam Pemilihan Presiden 2019. Kemenangan itu berdasarkan hasil survei “exit poll” yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Survei “exit poll” yang dirilis LSI pada pukul 15.00 WIB menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berhasil meraup 56,4 persen suara, sedangkan pasangan pesaing, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 43,6 persen suara.

“Kemenangan Jokowi-Ma’ruf didapat karena mereka memenangi suara dari tiga segmen besar, yakni minoritas, wong cilik (masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 2 juta per bulan), dan Muslim,” kata Denny JA di Jakarta, Rabu 17 April 2019.

Survei tersebut dilakukan metode exit poll berbeda dengan metode “quick count” atau hitung cepat. “Quick count” mendasarkan informasi pada hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS), sedangkan exit poll dasarnya adalah wawancara dengan pemilih yang telah memberikan suara di TPS.”

LSI juga menggunakan teknik “multistage random sampling” untuk penarikan sampel. Sedangkan mereka memiliki 8.000 responden yang tersebar secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di Indonesia.

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini