Doa Kristen agar Diberikan Kepintaran dan Kecerdasan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Doa agar diberikan kepintaran dan kecerdasan mungkin sudah berulang kali kita lantunkan kepada Tuhan. Mulai dari taman kanak-kanak hingga dewasa, doa yang sama terus dipanjatkan agar mendapatkan kepintaran dan kecerdasan sebelum memulai aktivitas baik belajar maupun bekerja.

Meski sudah dilakukan sejak lama namun doa untuk meminta kepintaran dan kecerdasan harus terus dipanjatkan. Hal ini memperlihatkan kita tetap mengandalkan Tuhan sampai kapan pun. Maka, jangan ragu-ragu untuk memanjatkan doa ini.

Bapa di dalam kerajaan Surga, pada kesempatan ini aku kembali kepadaMu untuk memohon penyertaanMu dalam kehidupanku.

Ya Bapa, aku akan memulai aktivitas pada pagi hari ini. Aku memohon kepadaMu Bapa, berikanlah kepintaran dan kecerdasan supaya apa yang aku pelajari bisa aku ingat dalam memori. Jauhkanlah roh-roh jahat yang ingin mengganggu aktivitasku pada pagi hingga sore hari ini.

Biarlah roh kudusMu yang menguasai diriku selama menjalankan aktivitas sehingga hanya kepintaran dan kecerdasan dariMu yang turun ke atas diriku. Jangan biarkan roh jahat mengganggu konsentrasiku dan pikiranku.

Demikan juga dengan orang-orang di sekitaku, biarlah mereka juga Engkau karuniakan kepintaran dan kecerdasan. Melalui Roh KudusMu, semua aktivitas hari ini bisa berjalan dengan baik. Pekerjaan yang diberikan bisa diselesaikan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Inilah doaku ya Bapa, hanya dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur, Amen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini