Dianggap Banyak Masalah, Pengamat: Pemilu Serentak 2019 Harus Dievaluasi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Banyak menelan korban jiwa dan sangat menguras tenaga para penyelengarannya. Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno meminta kepada pemerintah agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 ini menjadi yang pertama dan terakhir dilakukan.

Pasalnya ia menilai, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 kali ini terlampau brutal akibat banyaknya money politik atau politik uang secara vulgar. “Jadi, cukup pertama dan terakhir ini pemilu serentak. Terlampau banyak masalah,” katanya.

Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 secara umum kata dia, berjalan dengan lancar, aman dan damai karna tidak ada letupan apapun. Hanya saja ia menilai dari segi penyelenggaraannya, banyak hal yang mesti dievaluasi.

Pertama, soal logistik yang kerap bermasalah seperti kotak suara kardus dan kertas suara rusak sehingga banyak daerah telat mencoblos. Kedua, banyak warga negara yang tidak bisa nyoblos gara-gara kertas suara habis, akibatnya hak politik mereka hangus.

Ketiga, ratusan petugas KPPS meninggal dunia karna beban kerja yang over load. Dan terakhir, pelaksanaan pemilu serentak ini menganak-tirikan Pileg. (Mega Puspita)

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini