Deretan Celana Dalam Unik dari Seluruh Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bukan hanya digunakan sebagai pakaian dalam saja, celana dalam kini menjelma menjadi barang fashion. Modelnya juga tak selalu monoton dan terus mengalami transformasi.

Celana dalam tentu saja dipakai di dalam, hanya Superman –pahlawan super fiksi yang muncul dalam buku komik Amerika Serikat, yang menggunakannya di luar. Tapi belakangan, tak sedikit yang memakainya lebih terlihat, seperti memamerkan brand.

Oleh sebab itu, banyak produsen pakaian dalam yang berlomba-lomba membuat celana semenarik mungkin. Bahkan, banyak yang berbentuk unik.

Berikut daftar celana dalam unik dari seluruh dunia.

1. Tak Perlu Cuci 

Organic Basic, sebuah produsen asal Denmark meluncurkan celana dalam yang tak perlu cuci. Mereka mengklaim jika celana itu masih dapat berguna setiap hari, meski tidak dicuci. Bahkan, tidak akan meninggalkan bau dan bakteri.

Mereka menjelaskan jika celana buatan mereka itu menggunakan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Sehingga, celana tersebut tidak perlu dicuci meski dipakai selama beberapa minggu.

Menurut mereka, material yang dipakai pada celana itu mampu membunuh lebih dari 99% bakteri yang menempel serta menghilangkan berbagai bau tak sedap.

Pihak Organic Basic mengatakan jika tujuan diciptakan celana dalam itu agar penggunanya mampu menghemat air dan energi. Celana ini dilabeli Silvertech 2.0 dan dibuat dari bahan daur ulang. Sirkulasi yang terdapat dalam celana itu pun sangat baik sehingga keringat tidak akan menumpuk.

Celana dalam pria ini pun mampu menyamakan dengan suhu tubuh pemakainya karena mengandalakan teknologi regulasi udara. Kehadiran celana ini menjadi penerus dari generasi sebelumnya, yaitu Silvertech 1.0 yang sukses di berbagai negara Eropa.

Perak anti-mikroba yang digunakan dalam material celana ramah lingkungan tersebut merupakan bahan yang digunakan NASA untuk mensterilkan air di stasiun luar angkasa internasional.

  1. Anti Pelecehan

Seenu Kumari, seorang gadis yang tinggal di Farrukhabad, Uttar Pradesh, India, telah menciptakan sebuah celana dalam anti pelecehan.

Celana canggih itu dilengkapi oleh berbagai fitur seperti kunci, GPS, dan kamera video yang digunakan untuk merekam wajah pelaku pelecehan.

Kumari menciptakan celana ini karena tingkat pemerkosaan di Uttar Pradesh memang tergolong cukup tinggi. Banyak wanita yang diserang di jalan di daerah tersebut.

Celana berwarna pink itu terbuat dengan harga kurang dari 50 Euro. Selain itu, celana ini pun punya tombol panggilan darurat. Rupanya, celana canggih itu juga anti peluru dan tidak bisa dipotong oleh pisau atau gunting.

“Saya telah memasukkan kunci yang tidak akan terbuka sampai pengguna memasukkan kata kunci dengan benar. Saya juga telah memasang perangkat elektronik dengan fasilitas GPS dan panggilan darurat,” kata Kumari.

  1. Rajutan

Mengutip Huffington Post, Pemimpin Underwearexpert, Michael Kleinmann, mengatakan jika perusahaannya telah berinovasi dalam menciptakan celana dalam yang menarik.

Seorang desainer dari Lithuania, Etsy, membuat sebuah pakaian dalam pria dengan berbagai bentuk lucu dan penuh warna. Selain itu, motifnya pun sangat menarik perhatian.

Dalam situs resminya, perusahaan tersebut menjual berbagai jenis celana rajutan ke dalam berbagai bentuk unik seperti belalai gajah, ular, dan ekor kucing.

Reporter: Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini