BURBACEK Kuliner Khas Indramayu, Pernah dicicipi Steffi Zamora dan Dinda kirana, Buruan Dicoba!

Baca Juga

Indramayu – Kabupaten Indramayu selain dikenal dengan kota mangga dan wisata pantainya, dikenal juga dengan aneka macam kuliner khas yang tidak mudah dijumpai ditempat lain.

Jenis sajian kuliner yang cukup membuat diri bertanya-tanya yaitu makanan khas yang dikenal dengan nama Burbacek.

Dari sekian kuliner khas Indramayu lainnya, Burbacek adalah salah satu pilihan kuliner unik khas Indramayu.

Burbacek sendiri memiliki arti bubur, rumbah, dan cecek atau kulit kambing atau kerbau yang sudah dipotong-potong.

Olahan Burbacek terdiri dari proses nasi dijadikan bubur putih, kemudian ditaburi dengan toping daun kangkung, toge, kacang panjang yang sudah di kukus atau dikenal dengan rumbah oleh masyarakat setempat, dan dilengkapi cecek atau kulit kambing atau kikil sapi yang sudah dipotong-potong dimasak dengan parutan kelapa dilengkapi cabai merah.

Setelah ketiga bahan itu sudah dicampur kemudian disiram dengan air ikan pindang Terakhir, disiram dengan sambal kacang. untuk menambah rasa khas dan memberikan pengalaman kesan yang belum pernah ditemukan di tempat lainnya.

Dikarenakan Burbacek golongan kuliner yang termasuk salah satu makanan khas Indramayu yang sulit dijumpai ditempat lainnya, Burbacek wajib dicicip oleh masyarakat yang sekedar sedang berkunjung atau melintasi Indramayu agar bisa merasakan cita rasa berbeda.

Betapa nikmatnya sajian kuliner satu ini mulai dari segar sedikit asam, gurih, krunchy dari toping-toping sayuran diolah dengan tangan yang tepat, olahan sambal kacang, rumbahnya, dan lembutnya kikil membuat jenis makanan sangat luar biasa.

Menurut masyarakat setempat bukan saja pelancong yang mampir mencicipi kuliner khas Indramayu ini namun juga ada artis berketurunan darah Indramayu yang mencicipi kuliner Burbacek yaitu Steffi Zamora dan Dinda kirana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini