Bikin Galau Suprajarto, Ini Besaran Gaji Dirut BRI Lebih Besar dari Bank BTN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa sih yang tidak ingin menjabat Direktur Utama bank BUMN. Sebuah posisi strategis dengan gaji besar, tunjangan tiap bulan atau bahkan bonus yang wagelaseh abis!.

Namun, tak semua gaji direksi tiap bank BUMN itu sama lho. Baik BNI, Mandiri, BRI hingga BTN punya kebijakan berbeda terkait nominal gaji para direksinya.

Bahkan tak jarang, ada yang tak rela jika berpindah posisi dari bank BUMN satu dengan lainnya. Seperti yang terjadi pada Suprajarto, Direktur Utama BRI yang harus ‘dimutasi’ menjadi Direktur Utama Bank BTN.

Apakah Suprajarto menolak posisi barunya tersebut karena perbedaan gaji dan tunjangan? Wallahualam Bisawab.

Biar gak penasaran, Mata Indonesia mencoba membandingkan besaran gaji direksi BRI dan BTN. Berikut ulasannya:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan gaji dan tunjangan untuk direksi pada tahun 2018 mencapai Rp 362,081 miliar. Jumlah tersebut melonjak 291 persen dari Rp 92,556 miliar pada tahun 2017. Sementara tantiem yang didapat mencapai Rp 268,22 miliar, naik dari Rp 239,46 miliar pada tahun sebelumnya.

Artinya, sebanyak dua belas direksi BRI mendapatkan gaji dan tunjangan rata-rata Rp 30,17 miliar masing-masing orang serta tantiem sekitar Rp 22,35 miliar. Sehingga satu orang akan mengantongi total sekitar Rp 52,52 miliar per tahun.

Berbeda dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk, sembilan gaji direksinya mendapatkan gaji dan tunjangan sebesar Rp 85,28 miliar pada tahun 2018. Nominal itu naik 38 persen dari tahun 2017 yang sebanyak Rp 61,71 miliar.

Sedangkan jajaran komisarisnya mendapatkan gaji dan tunjangan sebesar Rp 36,67 miliar atau naik dari Rp 27,74 miliar tahun sebelumnya.

Well, apa sebenarnya penyebab Suprajarto tak ingin menjabat Direktur Utama BTN? Selamat berpikir ya gaes!

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini