Asyiknya Matematika, Perayaan Hari Pi Sambil Makan Pai Buah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perayaan Pi Day dirayakan setiap bulan Maret tanggal 14 (3/14 pada format tanggal month/day atau mm/dd) karena 3, 1, dan 4 adalah tiga angka penting pertama dari konstanta Pi (π). Pada tahun 2009, Dewan Perwakilan Amerika Serikat mulai mendukung perayaan Hari Pi.

Pi adalah sebuah konstanta dalam matematika yang merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameter. Pi mulai dikenalkan oleh ahli matematika Yunani, Archimedes (sekitar 287 SM – 212 SM). Ia menentukan nilai Pi sekitar 22/7 atau dalam desimal senilai dengan 3,14. Pada perkembangan berikutnya, tahun 1706, William Jones mulai mengenalkan simbol untuk menyebut bilangan Pi. Penggunaan simbol tersebut semakin populer setelah diadopsi oleh ahli matematika Swiss Leonhard Euler pada 1737.

Sejarah awal Hari Pi dimulai, yakni saat fisikawan Larry Shaw pada 1988 di Exploratorium San Fransisco merayakan dengan stafnya berbaris berkeliling di salah satu ruang bundarnya dan memakan pai buah. Sejak saat itu, setiap tanggal 14 Maret diperingati tradisi merayakan Hari Pi dengan memakan pai buah.

Namun, tradisi merayakan Pi Day ini hanya terkenal di Amerika Serikat, karena penulisan bulan dan tanggal (3/14) yang lazim digunakan di sana. Pada 12 Maret, 2009, Dewan Perwakilan Amerika Serikat pun menyetujui resolusi tak terikat yang menjadikan 14 Maret 2009 sebagai Hari Pi Nasional.

Dilansir dari Independent, perayaan Pi Day ini bagi orang di luar Amerika Serikat masih dinilai asing karena penulisan format bulan terlebih dulu dibanding tanggal (3/14). Sebagian besar lainnya memilih untuk merayakan hari Pi pada 22 Juli atau 22/7 berdasarkan format (tanggal hari/bulan). Penentuan tanggal ini juga berdasarkan perhitungan Archimedes yang menyebut Pi senilai dengan 22/7.

Selain itu, ada kompetitor dari perayaan Pi Day, yakni Tau Day dengan kampanye yang lebih agresif yang menunjukkan kesalahan perayaan Pi Day. Kampanye yang juga dibuat dalam bentuk website itu ditulis oleh penggemar Tau, Michael Hartl yang mendedikasikan Tau Day untuk “konstanta lingkaran sejati”, yang tak lain 6,28318. Dalam sistem penanggalan AS (6/28) diperingati setiap 28 Juni.

Meski begitu, Pi Day lebih dulu dikenal dan dirayakan, bahkan menurut tradisi di AS, setiap Pi Day mereka akan memakan pai buah atau pizza, dan makanan yang membentuk lingkaran.

Reporter: Indah Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini