Alfito dan Putri Ayuningtyas Jadi Moderator Debat Ke-3 Pilpres

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan
Alfito Deannova Gintings dan Putri Ayuningtyas menjadi pasangan moderator pada debat ketiga mendatang. Pemilihan dua orang tersebut
berdasarkan kesepakatan antar kedua tim sukses Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi.

“Ini semua sudah berdasarkan kesepakatan bersama,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Sebagai informasi, debat ke-3 Pilpres 2019 bulan depan akan mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan. Jika tak ada aral melintang, debat ini bakal dilaksanakan pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan Jakarta.

Mengenai panelis, lanjut dia, KPU masih dalam proses menyeleksi agar sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan KPU. “Kita masih tracking nanti kalau panelis tidak memenuhi syarat ya di cancel aja. Ada sekitar 7 sampai 9 panelis lah yang harus diuji kompetensi nya,” ujar Arief.

Sementara untuk moderator pada debat ke-4 dan ke-5, Arief mengatakan akan dibahas dan disepakati pada rapat Selasa mendatang 5 Maret 2019. “Selasa depan mereka (timses 01 dan 02) akan kirimkan nama moderator jam dua siang untuk debat keempat dan kelima,” ucap dia.

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini