5 Warung di Indonesia yang Viral Akibat Mematok Harga Sangat Mahal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di masa pandemi ini, apalagi saat PPKM darurat sedang diberlakukan hati-hati saat memilih makanan. Beberapa warung ini mematok harga selangit. Jumlah total harga yang tak masuk di akal membuat warung-warung ini menjadi viral di media sosial akibat protes dari sang pembeli, Walaupun begitu ada beberapa warung yang akhirnya menjadi laku keras karena banyak netizen yang penasaran dengan rasa ataupun harganya.

  1. Warung Bu Anny

Warung Bu Anny sempat viral pada tahun 2019 lalu di media sosial khususnya di Facebook. Seorang pembeli sempat membuat heboh dengan membagikan bon harga yang mengharuskan ia membayar Rp700.000 untuk seporsi nasi dan tiga lauk.  Netizen beranggapan harga tersebut sangat mahal untuk makanan jenis seafood. Akibat viral warung lesehan yang terletak di Tegal ,Jawa Tengah terpaksa ditutup sementara oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM walau banyak sebagian dari netizen atau Foodvloger yang mendatangi lokasi warung tersebut akibat penasaran. Selama tiga hari ditutup, sang pemilik yang bernama asli Mutiani telah menginfokan bahwa dirinya sudah membuat daftar harga yang normal. Anny sempat meminta maaf lewat surat pernyataan yang berisikan permintaan maaf karena tidak mencantumkan daftar menu dan harga serta mematok tarif terlalu tinggi

2. Warung Elios di Danau Toba

Seorang pengguna media sosial mengejutkan netizen setelah mengunggah bon dari restoran makan yang mengharuskan ia membayar lebih dari 1 juta rupiah. Postingan tersebut datang dari akun milik Marihot Simbolon di Grup Facebook Pature Samosir pada 29 Desember 2019 lalu. Dalam foto Bon tertera harga harga Rp 425 ribu rupiah hanya untuk sajian ikan bakar  bahkan air mineral dibandrol Rp10.000 perbotol.

Warung Elios yang berada di wilayah Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir memang menyuguhkan menu seafoodnya. Setelah warungnya viral sang pemiliki menjelaskan kronologi dari harga yang ia bandrol untuk pengunjung tersebut. Lisbet Sirait sebagai pemilik mengaku harga Rp 1,6 juta yang ditagihkan merupakan biaya untuk puluhan orang sebab mereka memesan 5 ikan dengan berat 1 kilogram juga 25 nasi dan juga belasan pesanan makanan juga minum lainya sesuai orderan.  Pemerintah Kabupaten Samosir sempat menjumpai warung milik Lisbet tersebut. Atas kejadian itu, Lisbet mengungkapkan bahwa dirinya ingin bertemu dengan pengunjung yang saat itu makan di rumah makan miliknya untuk berbicara fakta sebenarnya

  1. Warung di Bukit Bintang

Pada April 2021 lalu  warung yang berada di Bukit Bintang, Gunungkidul, Yogyakarta menarik perhatian warga net setelah seorang pengunjung bernama Deni Kurniawan membagikan foto struk makanan yang dipesannya.

Dalam struk tersebut diketahui ia memesan mendoan, ayam bakar, Indomie rebus, kentang goreng, es teh, es kelapa muda, dan air mineral. Total makanan itu dibanderol harga Rp 110 ribu. Hal tersebut sampai ke telinga Satpol PP Kabupaten Bantul yang akhirnya memberikan peringatan agar tidak menaikan harga seenaknya dalam memanfaatkan momentum ramai pengunjunug.

  1. Warung Makan di Anyer

Dalam sebuah unggahan di Facebook milik Dewi Kabisat Andriyani, ia menunjukkan kuitansi pembayaran makanan sejumlah Rp 1 juta setelah ia memesan 7 hidangan di warung sekitar pantai Anyer. Kisah yang viral pada 2014 lalu ini sangat tak wajar jika dipatok harga dengan nominal tersebut karena jika dihitung-hitung dua ikan bakar seharga Rp 400.000, satu porsi cumi saus tiram seharga Rp 180.000, tiga cah kangkung seharga Rp200.000. Kemudian satu bakso sapi Rp 20.000, dua nasi putih Rp90.000, dua lalap dan sambal Rp30.000, dan satu es teh manis Rp 80.000. Entah apa yang membuat menu tersebut sangat memiliki harga yang fantastis

  1. Warung di Malioboro

Sekitar tahun 2017 seorang  wisatawan asal Bekasi bernama Arie Ridwan membuat heboh setelah mengunggah kesaksianya di akun Facebook miliknya seusai ia memesan makanan di warung sekitar Malioboro. Ia harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 250.000 untuk dua porsi gudeg, satu jus jeruk, dan satu es teh manis. Kesalahan Arie memang tidak menanyakan lebih dahulu perihal harga makanan dalam menu di restoran tersebut dan tempat-tempat makan tersebut juga tidak mencantumkan daftar menu.

Reporter : Ananda Nuraini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini