Abrar

Doa Neno Warisman, TKN: Orasi Politik Berkedok Agama

MINEWS, JAKARTA-Doa Neno Warisman, salah satu pengusung paslon nomor urut 02 pada aksi Munajat 212, dinilai Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sebagai orasi politik berkedok agama.Bagaimana tidak, dalam puisinya Neno menggiring opini masyarakat untuk memilih paslon nomor urut 02...

Hasto: Hasil Survei Jokowi-Ma’ruf Unggul di Jawa Barat

MATA INDONESIA, JAKARTA - Hasil survei terakhir menyatakan elektabilitas paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul 41.1 persen mengalahkan Prabowo-Sandi di Provinsi Jawa Barat (Jabar).  Hal tersebut diakui Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto, Sabtu 23 Februari 2019.Hasto...

Lukman Edy Sebut BPN Lakukan Kebohongan ‘Stadium Empat’

MINEWS, JAKARTA-Maraknya berita bohong alias hoax yang tersebar di media massa maupun media sosial terkait Pilpres 2019, membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ‘gerah’.Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy mengatakan, demi mendongkrak elektabilitas dan menarik hati masyarakat pihak oposisi...

TKN: Tim Berkualitas Siap Dampingi Ma’ruf Amin

MINEWS, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengaku sudah mempersiapkan tim berkualitas jelang debat ketiga Pilpres 2019. Tim ini nantinya akan mendampingi Ma'ruf mempersiapkan diri melawan Sandiaga Uno pada Maret mendatang.Juru bicara TKN Budiman Sudjatmiko...

TKN Kutuk Kekerasan Peserta Munajat 212 Terhadap Jurnalis

MATAINDONESIA, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengutuk aksi brutal sejumlah orang peserta aksi Munajat 212 yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis Detikcom.“Kami mengutuk keras atas tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap salah seorang jurnalis yang meliput acara tersebut,”...

TKN: Sudirman Said Berbohong

MINEWS, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin menganggap mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said telah berbohong soal Freeport.Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengungkap Sudirman membuat cerita yang diputar-putar.“Sudirman...

Tahun Ini, 1.037 Pasar Bakal “Dipercantik” oleh Kemendag

MINEWS, JAKARTA-1.037 pasar di seluruh pelosok daerah Indonesia tahun ini bakal di percantik oleh Kementerian Perdagangan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti.“Tujuan dari revitalisasi ini untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, aman dan nyaman. Alhasil, pengunjung juga...

Berkat Revitalisasi, Omset Pasar Naik 20 Persen

MINEWS, JAKARTA - Kementerian Perdagangan optimistis program revitalisasi pasar mampu tingkatkan pendapatan (omzet) di tahun ini. Asal tahu saja, revitalisasi pasar merupakan program yang dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo“Berkat revitalisasi pasar, ada kenaikan omset sekitar 20 persen. Kondisi...

About Me

138 KIRIMAN
3 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -spot_img