Abrar

Pemkab Sleman Berharap Dukungan Masyarakat Untuk Sukseskan ASEAN Tourism Forum

Pelaksanaan post tour ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan pada Senin (6/2/2023) mulai pagi-malam hari.

Pemkab Sleman Berikan Apresiasi Kepada PPAT/NOTARIS

Pemerintah Kabupaten Sleman berikan penghargaan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris Kabupaten Sleman atas dukungannya dalam realisasi penerimaan pajak daerah khususnya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Piagam penghargaan ini diserahkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (3/2).

Harga Beras di Bantul Naik Drastis, Warga Pikir-pikir Beli Beras?!

Harga beras di pasaran mulai melambung yang diakibatkan oleh musim panen yang belum kunjung datang. Kenaikan ini telah terjadi beberapa minggu belakangan di sejumlah pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Aksi Bela Al-Qur’an Di Tugu Jogja

Mata Indonesia, Yogyakarta - Massa dari Forum Ukhuwah Islamiyyah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan Aksi Bela Alquran di Tugu Yogyakarta, Jalan Mangkubumi, Kota Yogyakarta, PDIY, Jumat (3/2/2023).

Jumat Curhat, Kapolda DIY Langsung Eksekusi Keluhan Warga

Mata Indonesia, Bantul - Kegiatan Jumat Curhat Kapolda Minggu pertama di bulan Februari kali ini menyasar pada Komunitas Juru Parkir, Komunitas penyebrang Jalan dan komunitas pengusaha warung kopi di wilayah Banguntapan, Bantul Yogyakarta.

Program Gerakan Zero Sampah Anorganik, Pemkot Jogja Klaim Penurunan Sampah Capai 20 Ton per Hari

Sekretaris Pemerintah Kota (Pemkot Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan ingin mengubah perilaku sosial masyarakat sebagai modal terbesar dalam Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA).

Proyek Tol Tak Berdampak Pada Layanan Air Bersih

PDAM Tirta Sembada Sleman menjamin layanan air bersih di kawasan proyek tol tidak terdampak. Beberapa jaringan baru telah dipasang untuk antisipasi gangguan tersebut seperti di wilayah barat Sleman.

Satresnarkoba Polresta Yogyakarta Amankan Empat Tersangka Penjualan Miras Oplosan dan Miras Ilegal

Satresnarkoba Polresta Yogyakarta mengamankan empat tersangka penjual minuman keras (miras) oplosan dan miras tanpa izin dari empat lokasi di wilayah Kota Yogyakarta.

Dua Penjual Miras Oplosan Diamankan Satresnarkoba Polresta Yogyakarta

Mata Indonesia, Yogyakarta - Satuan Reserse Narkoba Polresta Yogyakarta kembali mengamankan dua pelaku penjualan minuman keras (miras) di wilayah Kota Yogyakarta.

Bersama Korem 072 Pamungkas, Polda DIY Dukung Pemda Gunungkidul Tanggulangi Stunting

Persoalan stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi tersebut dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.

About Me

1354 KIRIMAN
0 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Prabowo Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa lewat 1.000 Koperasi Merah Putih

Oleh: Raksana Wibawa )*Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat langkah pemerintah dalammembangun ekonomi kerakyatan melalui peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih secara serentak di Nganjuk. Program tersebutmenjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mempercepatpemerataan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuatfondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.Peresmian ribuan koperasi desa itu menunjukkan keseriusan pemerintahdalam membangun sistem ekonomi berbasis gotong royong yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejakdigagas, program tersebut berhasil diwujudkan dengan dukungan fasilitasoperasional yang lengkap, mulai dari gedung, gudang, sistem distribusi, hingga kendaraan angkut logistik.Prabowo memandang keberhasilan operasionalisasi lebih dari seribukoperasi desa sebagai pencapaian penting yang belum pernah terjadisebelumnya dalam sejarah Indonesia. Pemerintah dinilai mampu bergerakcepat dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata yang langsungdirasakan masyarakat.Meski awalnya pemerintah menargetkan sekitar 1.300 koperasi untukdiresmikan, Prabowo memilih hanya meresmikan koperasi yang benar-benar siap beroperasi. Langkah tersebut mencerminkan kehati-hatianpemerintah agar program berjalan optimal dan tidak sekadar mengejarangka semata.Pemerintah juga menilai kecepatan realisasi menjadi poin utama dalamkeberhasilan program ini. Dalam waktu sekitar tujuh bulan sejakpembangunan fisik dimulai, lebih dari seribu koperasi sudah dapatdioperasikan di berbagai daerah. Bahkan, secara keseluruhan lebih dari9.000 gedung koperasi dilaporkan telah siap secara fisik.Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadipenggerak baru aktivitas ekonomi masyarakat desa. Koperasi tidak hanyaberfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga akanmenjadi simpul layanan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan berbagaiprogram pemerintah.Melalui koperasi tersebut, masyarakat nantinya dapat memperoleh aksesterhadap sembako murah, LPG subsidi, pupuk subsidi, minyak goreng, layanan kesehatan, hingga distribusi pangan nasional. Model inidiharapkan mampu memangkas rantai distribusi panjang sekaligusmenjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.Langkah pemerintah membangun koperasi desa juga dipandang sebagaiupaya memperkuat posisi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah. Dengan sistem kelembagaan yang lebih tertata, masyarakat desa memilikiruang lebih besar untuk mengembangkan usaha produktif danmeningkatkan daya saing ekonomi lokal.Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menilai KoperasiDesa Merah Putih akan menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan. Menurutnya, koperasi tersebut bukan hanyamenyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi jugamembuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM, serta menciptakanlapangan kerja.Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri terus mempercepatpembentukan koperasi di berbagai wilayah. Dari target 3.059 koperasi, sebagian telah rampung dengan progres pembangunan yang terusbergerak maju. Pemerintah daerah optimistis percepatan pembangunankoperasi akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam pengembanganKoperasi Desa Merah Putih. Pemerintah ingin memastikan pembangunanekonomi tidak hanya terpusat di kota besar, melainkan tumbuh meratahingga tingkat desa dan kelurahan.Program koperasi desa juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari sektor kehutanan. Wakil Menteri Kehutanan,Rohmat Marzuki, menilai penguatan koperasi akan memperkokohkelembagaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan, terutamamelalui pengembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).Kementerian Kehutanan memandang program Koperasi Desa MerahPutih sejalan dengan agenda transformasi ekonomi masyarakat berbasisperhutanan sosial yang selama ini terus didorong pemerintah. Denganadanya koperasi yang kuat dan profesional, masyarakat sekitar kawasanhutan diharapkan memiliki akses usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.Program perhutanan sosial sendiri telah melibatkan ratusan ribu kepalakeluarga di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Pemerintah melihatpotensi besar sektor tersebut untuk mendukung ketahanan pangannasional melalui pengembangan agroforestri dan penguatan usahaberbasis masyarakat.Hingga akhir 2025, pemerintah telah memberikan akses kelolaperhutanan sosial seluas lebih dari 8,3 juta hektare kepada masyarakatmelalui ribuan surat keputusan. Dari program itu, telah terbentuk lebih dari16 ribu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dengan nilai ekonominasional mencapai lebih dari Rp1,29 triliun.Penguatan koperasi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuathilirisasi hasil usaha masyarakat desa. Pemerintah ingin memastikanmasyarakat tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi jugamampu mengembangkan pengolahan, pemasaran, hingga aksespembiayaan secara mandiri.Sinergi antara Program Perhutanan Sosial dan Koperasi Desa MerahPutih diyakini mampu mempercepat pembangunan ekonomi hijauberbasis masyarakat. Pada saat yang sama, program tersebut jugamemperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa secara berkelanjutan.Melalui koperasi desa ini, pemerintahan Prabowo menunjukkan komitmenkuat dalam membangun ekonomi rakyat dari desa. Koperasi tidak lagidipandang sekadar lembaga ekonomi tradisional, melainkan instrumenmodern untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, memperluaslapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa dari akar rumput.*) Pemerhati Ekonomi Desa dan UMKM
- Advertisement -spot_img