Gedung Kementerian Komunikasi Diserang Orang Tak Dikenal

Baca Juga

MINEWS.ID, KABUL – Kementerian Komunikasi Afghanistan diserang kelompok bersenjata dan mengakibatkan tujuh orang tewas seketika, Sabtu 20 April 2019. Padahal, Pemerintah Afghanistan sedang berupaya melakukan pembicaraan damai dengan Taliban.

Serangan itu dilakukan menjelang tengah hari diawali dengan bom bunuh diri yang meledak di pintu masuk gedung kementerian yang berada di area komersial yang sibuk di Kota Kabul.

Seperti dikutip Reuters, kekacauan tersebut dilanjutkan dengan serangan senjata yang terdengar berkilo meter.

Mereka yang meninggal dunia seketika adalah empat warga sipil dan tiga polisi. Sementara delapan warga sipil lainnya terluka.

“Kami melihat seorang bersenjata mencoba mendobrak pintu kantor dan saat kami yang di dalam berlarian, mereka mencoba menembak kami dan berteriak ‘Saya bunuh semuanya,” kata pegawai kantor itu Syeda Rashid.

Ketika polisi datang, area sekeliling gedung ditutup saat tiga penyerang saling tembak dengan pasukan keamanan selama beberapa jam.

Menjelang sore akhirnya menekan penyerang. Sebelumnya 2.800 pegawai kementerian itu sudah dievakuasi sebelum penyerangan besar-besaran kepada perusuh tersebut.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini