Konsumsi Kokain Sejak 16 Tahun, Begini Gaya Hidup Whitney Houston

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Pelantun I Will Always Love You diketahui meninggal di dalam bak mandi karena overdosis obat-obatan terlarang. Ia tewas diusia 48 tahun di kediamannya di Baverly Hills, Amerika Serikat.

Gaya hidup Whitney Houston nampaknya memang sudah tak sehat sejak ia muda. Berita mengenai Whitney kecanduan obat-obatan terlarang sudah menjamur di berbagi media sepanjang karirnya sebagai diva pop internasional.

Whitney menemukan jati dirinya sebagai penyanyi saat usia 16 tahun ketika ia menjadi penyanyi latar di acara sang ibunda, Cissy Houston. Dan saat itu pula ia sudah mencoba dan akrab dengan kokain.

Ketika membintangi The Bodyguard, Whitney masih mengkonsumsi barang haram itu. Namun ia mengakui dosisnya masih sedikit.

Semakin bersinar di dunia musik Hollywood dan menikah dengan Bobby Brown dan dikarunia putri bernama Bobby Kristina Brown, kecanduan Whitney pada alkohol, kokain dan mariyuna semakin parah. Bahkan ia sendiri menyebut dirinya ‘pemakai berat mariyuna dan kokain’ saat wawancara bersama Oprah Winfrey tahun 2009 silam.

Hancurnya bahtera rumah tangganya bersama Bobby juga menjadi alasan Whitney semakin bersahabat dengan kokain. Bagaimana tidak, Whitney di besarkan oleh keluarga yang taat agama. Namun ia ia harus menghadapi suami yang ringan tangan.

Dalam beberapa penampilannya di sejumlah acara televisi, Whitney nampak terlihat sangat kurus dan suaranya pun serak. Publik pun menilai Whitney terkena anoreksia.

Hal tersebut sempat ia bantah. Namun, kenyataan yang membuktikan dan tak bisa dipungkiri dirinya sangat ketergantungan dengan obat-obatan terlarang.

Meski jasadnya telah tiada, penyanyi yang memiliki rentang suara sampai 3 oktaf ini masih dikagumi para penggemarnya hingga sekarang. Lagu-lagunya pun selalu jadi andalan dan diputar disetiap momen tertentu.

Ini video salah satu lagu Whitney Houston yang menjadi hits dan populer tentang persahabatan. Nyanyi bareng penyanyi R&B Cece Winans

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini