Pengungsi Korban Gempa Palu Dijamin Ikut Pemilu 2019

Baca Juga

MINEWS, PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin warga korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, 17 April besok.

KPU Kota Palu bahkan menyebut Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi pengungsian da hunian sementara yang terseba di sejumlah titik sudah dalam keadaan siap sedia.

Ketua KPU Kota Palu Agusalim Wahid berkata warga korban gempa dan tsunami sudah masuk dalam DPT, dan dipastikan menerima surat panggilan memilih atau formulir C6. Kalau pun ada warga yang tidak mendapat C6, Agusalim berkata warga bisa menggunakan e-KTP atau Surat Keterangan (Suket).

Hari ini, logistik pemilu untuk kebutuhan pemungutan suara dipastikan sudah harus tiba di masing-masing TPS. Namun, ada sekitar 20 TPS yang mendapat perhatian khusus KPU kali ini dalam pendistribusian logistik, karena kondisi jalan yang belum memadai, terutama akibat bencana alam beberapa bulan lalu.

Seperti TPS yang ada di Uwentumbu Kecamatan Mantikulore, kata dia, untuk sampai ke sana harus melalui beberapa sungai yang rawan banjir saat hujan deras.

Menurut dia, semua titik-titik rawan saat ini sudah mendapatkan logistik pemilu dan siap melaksanakan pencoblosan pada hari H.
Jumlah pemilih Pemilu 20189 di Palu sekitar 213.000 jiwa.

Sementara jumlah TPS yang disiapkan KPU sebanyak 1.075 unit tersebar di 46 kelurahan dari delapan kecamatan yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini