Hore, Ojol Depok Boleh Bawa Penumpang per 7 Juli

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar baik, ojek online (ojol) di Kota Depok diperbolehkan kembali membawa penumpang mulai Selasa 7 Juli 2020 mendatang.

Menurut Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana, kebijakan ini berlaku setelah evaluasi akhir PSBB Proporsional Tahap I, menuju PSBB Proporsional Tahap II.

“Ojol akan kami izinkan membawa penumpang pada wilayah kelurahan di luar zona merah, dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Dadang dalam siaran pers, Kamis 2 Juli 2020.

Untuk menyambut kebijakan tersebut, persiapan penyediaan perlengkapan, termasuk alat pembatas antara penumpang dan driver sedang digalakkan, disertai dengan kebutuhan protokol kesehatan lainnya.

Sebelum 7 Juli, akan ada penandatanganan pakta integritas, antara aplikator maupun driver yang diwakili komunitas atau wadah tertentu. Setelah itu, barulah ojol bisa beroperasi membawa penumpang.

Hanya saja, pihak aplikator diminta untuk melakukan blokir layanan ojol di sejumlah kelurahan yang masih tergolong zona merah.

“Di lokasi itu driver tidak boleh mengantar atau menjemput penumpang. Jika kesepakatan itu dilanggar, akan dicabut kelonggaran ojol membawa penumpang tersebut,” ujar Dadang.

Ketua Grab Depok Bersatu, Firmansyah mengatakan sesuai Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/267/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang diperpanjangnya PSBB dari 3 Juli hingga 16 Juli 2020 meminta agar ojol diperboleh lagi membawa penumpang.

“Kami perwakilan dari Komunitas Pengemudi Online Kota Depok menyerahkan surat permintaan agar adanya kelonggaran bisa membawa penumpang. Kami meminta agar mengendurkan aturan PSBB, sehingga kami para pengemudi Ojol di Kota Depok bisa membawa kembali penumpang,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini