Pemkot Bandung Buka Bioskop dan Karaoke di Masa AKB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-60 titik tempat hiburan seperti bioskop dan karaoke bakal ditinjau oleh Pemkot Bandung apakah boleh buka atau tidak. Rencananya, peninjauan bakal dilakukan selama lima hari yakni 1-3 Juli dan 7 dan 8 Juli.

Peninjauan itu terkait status Bandung yang sedang menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kamis, Jumat atau Sabtu-Selasa dan Rabu depan kita akan melakukan peninjauan ke beberapa tempat hiburan salah satunya bioskop,” kata Kadisbudpar Pemkot Bandung Kenny Dewi Kaniasari di Balai Kota Bandung, Selasa 30 Juni 2020.

Kenny menambahkan sudah menyampaikan soal draf peninjauan tempat hiburan kepada Sekda Bandung Ema Sumarna. Peninjauan dilakukan bersama instansi lain.

Setelah ditinjau, pihaknya bakal menunggu surat permohonan dari pengelola tempat hiburan kemudian melakukan simulasi.

Kenny memastikan, tempat hiburan yang akan ditinjau didominasi karaoke dan bioskop. Sedangkan, tempat hiburan lainnya seperti spa maupun panti pijat dipastikan belum akan ditinjau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini