Beredar Pesan Peringatan Berakhirnya Masa Iddah BCL, Netizen: Gak Ada Akhlak Emang!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meninggalnya Ashraf Sinclair pada 18 Februari 2020 lalu hingga kini masih menyisakan duka yang mendalam. Suami Bunga Citra Lestari (BCL) itu meninggal dunia di usia 40 tahun lantaran terkena serangan jantung.

Sudah empat bulan Ashraf pergi untuk selama-lamanya. BCL merawat seorang diri buah hatinya, Noah Sinclair, tanpa didampingi sosok Ashraf.

Sayang seribu sayang, ternyata BCL yang sekarang menjanda malah ‘dilecehkan’. Pasalnya, beredar pesan broadcast via WhatsApp soal hari terakhir dari masa iddah BCL.

BACA JUGA: Ashraf Sinclair dan Glenn Fredly Pergi, BCL: Banyak Sekali Kehilangan

Sebagai informasi masa iddah adalah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau ketika suaminya hidup untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.

“Mengingatkan saudaraku semua, bahwa: Hari Senin, 29 Juni 2020 M./8 Dzul Qa’dah 1441 H adalah hari terakhir masa iddah Bunga Citra Lestari,” begitu bunyi pesannya. “Hanya saling mengingatkan. Semoga berkah.”

Pesan broadcast yang beredar itu kemudian viral dibagikan di media sosial hingga menjadi bahan perbincangan netizen. Mereka ramai mengecam si penyebar pesan hingga menyebutnya tak sopan.

Netter khususnya para wanita rupanya geram dengan pesan yang beredar tersebut. Mereka menilai jika pesan tersebut telah melecehkan BCL.

“Apasih, kok malah kesannya melecehkan ya,” komentar @frauleine**ent.

“Sangat tidak sopan !!,” kata @mellya**_zaqi.

“Gak ada akhlakk emangggg,” tulis @listyapurb**nti.

“Ngga usah mengingatkan pak. BCL juga g mau sama bapa????,” celoteh
@stephan**.fny.

“Kurang ajar,” kata @adi**ans.

Adapula yang mendoakan BCL setelah ditinggal Ashraf Sinclair. “Semoga bcl bisa menata kembali hidupnya dan bisa menemukan imam yg menuntunnya menjadi lebih baik, sayang dan cinta juga sama keluarganya.. aamiin yaa mujiib??,” kata @miss.**nee.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini