Gaes, Orang Inggris Ini Kagum Banget dengan Pelaksanaan Pemilu Indonesia

Baca Juga

MINEWS, BANDUNG – Jika banyak orang Indonesia tidak percaya dengan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) tahun ini, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik justru mengaku sangat kagum.

“Dan saya harap kita akan melihat Indonesia sebagai contoh demokrasi di dunia, karena itu penting untuk menyampaikan ke negara-negara di seluruh dunia,” ujarnya di Bandung, Kamis 11 April 2019.

Menurutnya pelaksanaan kampanye yang cukup panjang sejauh ini dilaksanakan dengan baik dan bagus.

Dia seperti dilansir antara juga yakin hingga setelah pemungutan suara semua proses pemilu akan terlaksana dengan lancar dan baik.

Lelaki Inggris yang fasih berbahasa Indonesia itu sangat percaya Indonesia akan sekuat tenaga menjaga konsititusinya selama proses pemilu tersebut.

Malik yang seorang Muslim itu bahkan menilai sepanjang kampanye sejak September 2018 telah berlangsung dengan aman, santai, damai dan lancar. Itu yang membuatnya kagum dengan Indonesia.

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini