Horor! Raisa Pernah Diganggu Setan, Jempolnya Ditiup saat Cuci Muka di Hotel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini penyanyi Raisa membuat sebuah utasan di Twitter. Istri Hamish Daud itu menceritakan pengalaman horornya saat manggung di daerah Sumatera pada 2020 lalu.

Menurutnya, cerita tersebut menjadi satu-satunya cerita horor yang ia alami dengan rombongan timnya selama sepuluh tahun melakukan konser on the road. “Ini satu-satunya cerita horor yang aku dan tim alami selama sepuluh tahun on the road,” tulis Raisa Andriana.

Pada utasan yang dibagikan Kamis 11 Juni 2020, Raisa mengaku pernah merasa diganggu oleh makhluk gaib di sebuah hotel. Bahkan, ia sampai langsung pindah hotel setelah mengalami gangguan tak terlihat itu.

BACA JUGA: Ketika Hamish Daud Jadi Makeup Artist Raisa, Bisa Bikin Senyum-senyum Sendiri!

Cerita horor ini berawal saat tengah menuju ke tempat penginapan. Raisa merasakan dingin yang tak biasa saat berada di dalam mobil yang membawanya ke penginapan.

Menurut Raisa, hotel tempatnya menginap terlihat kuno, baik bagian depan maupun di dalam hotel. Furniture di bagian lobi hotel juga terlihat klasik.

Melihat hal tersebut, Raisa sempat berpikir macam-macam mengingat hotel tersebut berada di tengah kota, namun dengan suasana yang menurutnya tak lazim.

Hawa dingin kembali ia rasakan saat tengah menunggu di lobi. Bahkan, Raisa merasa ada sesuatu yang mendekatinya, namun itu tak kasat mata.

“Kalian pernah ngerasain kayak ada sesuatu yang gak bisa kalian jelasin, menarik mata atau badan kalian untuk mendekat? Jujur aku gak bisa jelasin itu, huff,” lanjutnya.

Saat ia bersama tim menuju kamar masing-masing, pelantun ‘Serba Salah’ itu itu dibuat tidak nyaman saat melewati lorong panjang untuk sampai ke kamar. Sebab, kamarnya berada di paling ujung.

Dari seluruh rombongan, sebagian sudah masuk ke kamar masing-masing menyisakan tiga orang. Kamar Raisa, Marco, dan Boim memang saling berhadapan untuk memudahkan koordinasi. Namun, ketika mereka bertiga masih menyusuri lorong, hawa dingin itu kembali muncul.

“Aku coba tengok ke belakang untuk lihat apa ada tamu atau cuma kita aja di lorong itu. Tapi emang cuma sisa kita bertiga aja, yang lain udah pada masuk kamar,” tutur Raisa.

Sesampainya di kamar, Raisa ingin melepas penat sejenak. Walau sulit, ia akhirnya bisa memejamkan mata untuk tidur sejenak.

Setelah bangun, ia kemudian ke kamar Marco dan Boim yang mana di sana ada tim lainnya. Namun, Raisa justru merasa mereka sangat jauh, padahal kamarnya mereka ada di hadapannya dengan kondisi pintu yang terbuka.

Raisa kemudian kembali ke kamar untuk menenangkan diri. Namun, ia merasa seolah pandangannya ditarik untuk melihat ke arah kamar mandi. Lantaran dirinya juga harus bersiap manggung, ia pun melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.

“Sempat diam sebentar di kamar mandi, tapi aku coba bergerak ke wastafel, nyalain keran supaya suasana gak hening-hening amat. Tapi rasanya mau lari dari sana,” cerita Raisa.

BACA JUGA: Horor! Anak Zaskia Adya Mecca Dengar Suara Misterius Saat Salat Subuh

Hawa dingin kembali muncul namun kali ini datang dari bawah. Raisa pun mencoba menampik bahwa itu hanya perasaannya.

Sampai akhirnya ia benar-benar merasa ada yang meniup kakinya padahal tidak ada ventilasi di bagian bawah. Sontak Raisa teriak histeris hingga terdengar dari luar kamar.

“Teriakanku kedengeran ke seberang. Semua yang di kamar seberang datang. Termasuk Wira (personal manager) yang kamarnya lumayan jauh aja bisa denger. Trus aku langsung ngungsi deh ke kamar Boim dan Marco,” pungkasnya.

Setelah kejadian itu, Raisa pun diungsikan ke hotel lain karena ada jadwal manggung yang mengharuskannya istirahat yang cukup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini